Pabrik Beton Milik PT Sejahtera Jaya Alim Mix di Sampang Dikeluhkan Warga

  • Bagikan
Nurul Hayati, Warga terdampak akibat adanya pabrik beton milik PT Sejahtera Jaya Alim mix

SAMPANG, MaduraPost – Warga Dusun Baban Satu, Desa Pangelen, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, merasa dirugikan dan terganggu dengan adanya tempat usaha campur beton (Batching Plant) yang berada ditengah pemukiman warga.

Proses produksi campuran beton milik PT Sejahtera Jaya Alim Mix tersebut dianggap tidak memperhatikan aspek lingkungan dan kesehatan warga. Suara bising mesin produksi serta asap debu yang dihasilkan dinilai sangat mengganggu kenyamanan warga.

Menurut Nurul Hayati salah satu warga yang sekaligus Kordinator di bidang Kesehatan dan PPA di Forsa Hebat Sampang mengatakan, bahwa dengan adanya perusahaan readymix di tengah permukiman warga benar sangat mengganggu dan berbahaya bagi kesehatan.

Apalagi Pengoperasian mesin tidak memperhatikan waktu. Bahkan mesin masih beroperasi hingga larut malam.

“Apalagi saat memproduksi cor beton. Bunyi mesin yang bergetar membuat warga sekitar terganggu pada malam hari dan tidak bisa beristirahat dengan tenang. Beberapa rumah di sekitar selalu dipenuhi debu,” keluhnya, Selasa (3/08/2021).

Nurul, sangat menyayangkan pengoperasian mesin Batching Plant dilakukan ditengah pemukiman warga. Meskipun pengoperasiannya tidak dilakukan setiap hari, tetapi warga sekitar mulai merasa was-was akan bahaya polusi udara.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Pamekasan: Data PKL Terdampak Covid-19 Diragukan

“Kita merasa dirugikan dengan adanya kegiatan produksi campuran beton ini. Sebab, efeknya dari produksi ini adalah polusi udara. Debunya beterbangan kemana-mana. Awal-awal kami maklumi, tapi ke belakangnya kita tidak nyaman juga,” tegasnya.

Lanjut Nurul, hal tersebut sangat mengkhawatirkan warga mengingat di masa pandemi Covid-19 ini, menyebabkan penyakit sesak nafas tentu menjadi ketakutan bagi semua warga.

“Bayangkan saja jika setiap hari kita menghirup debu semen, ini sangat berbahaya bagi tubuh, pasti akan digerogoti penyakit. Tanaman di areal persawahan saja terganggu apalagi manusia,” Imbuhnya

Selain itu Nurul juga mempertanyakan Analisis Dampak Lingkungan dari perusaan tersebut. Karena menurutnya, Warga yang berada disekitar pabrik tidak pernah diminta persetujuan.

“Kita juga tidak tau soal perizinannya, apakah memang ada atau tidak, tapi seharusnya sebelum izin itu keluar pasti ada persetujuan juga dari masyarakat sekitar. Selama ini, kita tidak pernah diminta soal itu. Tau-taunya terima debu,” paparnya.

BACA JUGA :  Supaya Statement Bupati Pamekasan Tak Sekedar Teori, Komnas PKPU Akan Gelar Audiensi

Nurul berharap Pemerintah Kabupaten Sampang mengkaji ulang soal keberadaan perusahaan tersebut, mengingat keberadaan perusahaan tersebut dikhawatirkan akan mengancam kesehatan dan kenyamanan warga sekitar.

“Kalau dibiarkan sama saja dengan merusak lingkungan. Ini kan polusi, pemerintah daerah harus berani menindak atau menegur perusahaan, minimal rutin menyiram debu-debu,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang pengelola PT Sejahtera Jaya Alim Mix, H Abdul Qodir membantah jika asap debu dalam proses produksi campuran beton mengganggu warga sekitar.

“Ini kan keluhan, harus dilihat dulu apakah betul ada asap debu seperti yang dikeluhkan warga. Itu harus di cek dulu. Jika soal bising, ini bisingnya dari mana kalau bisingnya dari truk, banyak truk-truk pasir yang lewat. Tapi kalau bisingnya dari bunyi mesin, mari kita lihat bersama,” kata pria yang kerap disapa H. Qodir.

Disinggung soal pembuangan limbah industri, pihaknya mengklaim sudah menyiapkan saluran pembuangan khusus. Soal air yang mengalir ke areal persawahan warga, kemungkinan itu dari saluran toilet yang ikut terbawa arus.

BACA JUGA :  DPC Gerindra Pamekasan Mengucapkan "Selamat dan Sukses Atas Perubahan Status STAI-MU Pamekasan ke IAI-MU"

“Kalau limbah dari batching plant itu ada khusus, didalam sudah ada. Itu bukan saluran air untuk limbah tetapi itu saluran biasa. Jika air limbah itu dianggap mengandung semen, apa sudah di cek,” ujar H. Qodir.

H. Qodir mengaku jika keberadaan PT Sejahtera Jaya Alim Mix sejak berdiri tidak pernah ada keluhan warga sekitar yang disampaikan secara langsung kepada dirinya.

“Selama hampir tiga tahun berdiri tidak pernah ada warga yang mengeluh, baru kemarin ada salah seorang warga yang telepon saya mengeluhkan soal keberadaan perusahaan itu,” akunya.

Demi kenyamanan bersama, pihaknya berjanji siap menampung semua aspirasi dan keluhan warga desa setempat.

“Kami akan terbuka dengan siapa saja dan siap komunikasi baiknya seperti apa. Jika ada kelalaian, kami akan segera perbaiki,” pungkasnya.

  • Bagikan