Scroll untuk baca artikel
Berita

Sawah Tergenang Banjir, DKPP Sumenep Minta Petani Ajukan Program AUTP

Avatar
27
×

Sawah Tergenang Banjir, DKPP Sumenep Minta Petani Ajukan Program AUTP

Sebarkan artikel ini
BANJIR. Potret pintu masuk Kabupaten Sumenep saat tergenang banjir. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, beberapa hari lalu membuat sawah warga terdampak banjir.

Kondisi ini membuat lahan tanaman padi seluas 60 hektare di dua kecamatan yang ada di Sumenep tergenang.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pemicunya adalah intensitas hujan tinggi yang mengakibatkan air sungai meluap dan menggenangi sejumlah lahan pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, mengaku telah menerima laporan jika terdapat puluhan lahan pertanian tergenang air sejak Kamis (14/3/2024) kemarin.

Baca Juga :  Akibat Barang Sering Hilang, DLH Perketat Keamanan Taman Wiyata Bahari Sampang

“Kami mencatat ada sekitar 60 hektare lahan pertanian yang tergenang. Itu berada di wilayah Kecamatan Lenteng dan Desa Patean, Kecamatan Batuan,” kata Chainur dalam keterangannya, Minggu (17/3).

Menurutnya, kondisi ini cukup mengkhawatirkan petani. Sebab, jika genangannya berlangsung lama, akan berisiko pada kerusakan tanaman.

Untungnya, hingga Sabtu (16/3/2024) kondisi genangan air di persawahan milik warga mulai surut. Dia menilai, risiko kerusakan akibat genangan kemungkinan kecil.

Baca Juga :  Inilah Rentetan Kasus di UNIBA Madura yang Viral Hingga Tuai Kontroversi

”Kalau tergenang 2 hingga 3 hari masih aman, karena kondisi padinya sudah tua,” ucap Chainur.

Pihaknya mengungkapkan, petugas sudah melakukan pendataan di lapangan. Tujuannya, untuk mengecek banyaknya lahan tanaman padi yang berpotensi gagal panen.

”Sejauh ini belum ada laporan tanaman rusak. Teman-teman masih melakukan pendataan,” ungkap Chainur.

Dia juga meminta agar petani tidak cemas meski tanamannya rusak. Sebab, bisa mendapat asuransi melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Baca Juga :  Warga Banyuates Sampang Idap Penyakit Hidrosefalus, AM dan Awak Media Salurkan Bantuan Sembako

Di mana, petani akan mendapatkan ganti rugi sesuai tingkat kerusakan. Syaratnya, petani sudah terdaftar dalam asuransi tersebut.

”Kalau ada yang rusak kan bisa diklaim (AUTP). Rata-rata petani di lokasi terdampak itu terdaftar semua,” pungkasnya.***