Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

RSUDMA Sumenep Tambah Ruang Isolasi Pasien Terkonfirmasi Covid-19

Avatar
27
×

RSUDMA Sumenep Tambah Ruang Isolasi Pasien Terkonfirmasi Covid-19

Sebarkan artikel ini
Terlihat pengunjung berjalan di depan RSUDMA Sumenep. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Merebaknya virus Corona di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, membuat kuda berlambang kuda terbang itu kembali masuk dalam kategori zona kuning.

Meski begitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus berupaya menekan laju penyebaran Covid-19 tersebut. Seperti halnya apa yang dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep untuk mengantisipasi dan kewaspadaan terus dioptimalkan.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Musisi dan Pegiat Seni Pamekasan Galang Dana untuk Anak Yatim

Rumah sakit tersebut kini kembali menambah ruang isolasi untuk pasien Covid-19. Direktur RSUDMA Sumenep, Erliyati mengatakan, pasien yang terjangkit virus Corona di Sumenep saat ini mengalami peningkatan.

“Jadi kita nambah ruangan Covid-19 lagi,” ujar Erliyati, saat dikonfirmasi media baru-baru ini, Senin (28/6).

Pihaknya menjelaskan, saat ini mampu menyediakan 59 ruangan isolasi pasien Covid-19. Namun, Erliyati belum bisa menjelaskan jumlah keseluruhan pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Baca Juga :  Jaring Aspirasi Masyarakat Terdampak, Petronas Adakan Sosialisasi di Sokobanah

“Jumlah bet kita mampu 59,” singkatnya.

Meski begitu, dia mengaku saat ini pihaknya mengalami kekurangan tenaga, baik relawan dokter maupun perawat.

“Saya butuh relawan dokter dan relawan perawat, belum nemu,” akuinya.

Dia menegaskan, RSUDMA Sumenep terus meningkatkan pelayanan terhadap pasien. Pihaknya berharap, saat ini masyarakat harus benar-benar meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya virus asal Wuhan Cina itu.

Baca Juga :  HPN 2025: Bawaslu Sumenep Tekankan Kemerdekaan Pers dalam Demokrasi

Erliyati mengimbau, kepada seluruh masyarakat Sumenep agar percaya bahwa Covid-19 benar benar ada, serta saling menjaga satu sama lain.

“Masyarakat harus benar-benar takut dan taat. Faktanya, ada pasien dan keluarganya yang meninggal karena Covid-19,” tukasnya.