Scroll untuk baca artikel
Daerah

Realisasi PAD Sektor Perhubungan Sumenep Masih di Bawah Target, DPRD Minta Pemkab Lebih Kreatif

Avatar
72
×

Realisasi PAD Sektor Perhubungan Sumenep Masih di Bawah Target, DPRD Minta Pemkab Lebih Kreatif

Sebarkan artikel ini
PROFIL. Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid, saat mengikuti sidang paripurna beberapa waktu lalu. (Istimewa for MaduraPost)
PROFIL. Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid, saat mengikuti sidang paripurna beberapa waktu lalu. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dari sektor perhubungan hingga September 2025 tercatat belum menyentuh target yang ditentukan.

Berdasarkan data Dinas Perkimhub Sumenep, penerimaan PAD baru berada di angka Rp 3,3 miliar. Angka itu setara 78 persen dari target Rp 4,2 miliar yang ditetapkan tahun ini.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Sekretaris Disperkimhub Sumenep, Agus Adi Hidayat menerangkan, bahwa pemasukan daerah tersebut bersumber dari dua sektor utama, yakni jasa umum dan jasa usaha.

Baca Juga :  Bupati Probolinggo Mohammad Haris Lantik 19 Pejabat Eselon II, Ingatkan OPD Tak “Ternak” Wartawan dan LSM

“Kontribusi terbesar berasal dari jasa umum, seperti retribusi parkir di tepi jalan umum. Selain itu, kami juga menggandeng Samsat Sumenep,” ujar Agus, Sabtu (20/9).

Sementara dari sektor jasa usaha, kata dia, PAD dihimpun melalui parkir di area pasar, pertokoan, hingga layanan kepelabuhanan dan penyeberangan laut. Namun, kontribusinya belum terlalu besar.

“Walaupun saat ini capaian masih belum maksimal, kami tetap optimistis. Proyeksinya, hingga akhir tahun nanti realisasi bisa menembus bahkan melampaui target,” tambahnya.

Baca Juga :  Motor Milik Kader IPNU di Sumenep Hilang, Ini Ciri-Cirinya

Di sisi lain, capaian PAD sektor perhubungan tersebut menjadi perhatian legislatif. Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid, menilai potensi sektor ini sejatinya sangat menjanjikan sehingga bisa menjadi penyumbang utama bagi PAD daerah.

“Potensinya besar sekali. Jadi pemerintah harus serius memaksimalkan, apalagi kita sudah memasuki masa krusial menjelang tutup tahun,” ungkap Yasid.

Baca Juga :  Covid 19 Bikin Panik, Dinkes Sumenep Tangkal Dengan Cara Ini

Ia juga mendesak Pemkab Sumenep untuk mencari terobosan baru dalam menggali sumber-sumber pemasukan daerah.

Menurutnya, kreativitas dalam pengelolaan PAD sangat penting agar ketergantungan terhadap dana transfer dari pusat bisa dikurangi.

“Ke depan, target PAD harus lebih tinggi. Karena kita tidak bisa memastikan, bisa saja dana transfer dari pemerintah pusat berkurang. Itu sebabnya daerah harus berinovasi,” tegas politisi PKB tersebut.***