SAMPANG, MaduraPost – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Sampang belum buka suara soal nama dan pemilik CV yang mengerjakan proyek jembatan yang ambruk di Dusun Ganbillah Desa Tobai Tengah Kecamatan Sokobanah.
Kabid Bina Marga PUPR Kabupaten Sampang Syahron hingga saat ini belum membalas konfirmasi dari MaduraPost prihal nama CV tersebut.
Sebelumnya Sahron sudah berkoordinasi dengan pelaksana dan berjanji akan memperbaiki ulang jembatan yang telah ambruk tersebut.
“Kami sudah tegur pelaksana dan secepatnya memperbaiki ulang jembatan tersebut. Diantaranya, pondasi di bawah serta pemadatan di sisi jembatan,” ujar Syahron.
Syahron berdalih ambruknya jembatan tersebut akibat cuaca buruk dan intensitas hujan yang sangat tinggi bukan karena gagalnya perencanaan.
“Itu sirtunya tergerus air, akhirnya jembatannya itu ambruk. Tapi, jangan khawatir sebentar lagi akan diperbaiki ulang,” tegasnya.
Meski sudah selesai dikerjakan, tidak ada prasasti ataupun papan nama di lokasi jembatan hingga media ini kesulitan mendapatkan informasi sumber dana dan pelaksana. Meski begitu menurut keterangan warga setempat, proyek tersebut bersumber dari dana Pokok pikir salah salah satu DPRD Kabupaten Sampang Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa.
“Ini pokirnya Baihaki mas dan yang jadi pengawasnya Sudar,” ucap warga kepada media ini.
Tim investigasi mencoba mengkonfirmasi kepada kedua orang tersebut yakni Baihaki dan Sudar. Sayang, Baihaki saat dikonfirmasi nomornya tidak aktif serta chat Whatsapp yang dikirim oleh pewarta hanya checklist atau centang satu.
Sementara itu Sudar menampik pengerjaan proyek jembatan yang ambruk tersebut adalah dirinya yang menjadi pengawas. Bahkan Sudar mengatakan kalau proyek tersebut yang menjadi pengawasnya adalah oknum wartawan.
“Adi Terbitan,” ucap Sudar yang merujuk kepada wartawan yang bernama Subaidi saat dikonfirmasih oleh tim, Kamis (02/05/2024).
Sementara Subaidi (Adi Terbitan) saat dikonfirmasi mengelak tuduhan Sudar tersebut. Menurutnya dia tidak pernah menjadi pengawas jembatan.
“Saya tak pernah ngawasi jembatan nom, Cuma jalan dan Plengsengan,” dalihnya.
Sementara itu saat ditanya soal pernyataan yang dikatakan Sudar tentang pengawasan yang dialamatkan kepada dirinya, Subaidi kembali mengelak.
“Pokon (pokoknya) yang saya ingat tak pernah ngawasi Jembatan,” tambah Adi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatsapp, Kamis (02/04/2024).






