Scroll untuk baca artikel
Daerah

Proyek SDN Rp395 Juta di Probolinggo Pakai Fasilitas Sekolah, Pemilik CV dan Oknum Kabid Disorot

Avatar
×

Proyek SDN Rp395 Juta di Probolinggo Pakai Fasilitas Sekolah, Pemilik CV dan Oknum Kabid Disorot

Sebarkan artikel ini
Potret pengerjaan proyek SDN Kalirejo 1, Probolinggo, yang dikerjakan CV justru seenaknya pakai fasilitas sekolah. (dok/MP)

PROBOLINGGO, MaduraPost – Proyek pembangunan gedung sekolah di Sekolah Dasar Negri (SDN) Kalirejo 1, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, kini disorot publik.

Pasalnya proyek senilai Rp395 juta yang dikerjakan CV. Rafa Putra itu justru seenaknya pakai fasilitas sekolah dan tidak menunjukkan tanggung jawab sebagai pelaksana proyek.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pantauan MaduraPost dislokasi, fasilitas yang dipakai itu meliputi listrik, pompa air serta musala sebagai tempat tinggal.

Baca Juga :  Kades Karang Anyar, Ach Sabra’i ; Selamat dan Sukses Pekan Ngaji 5 PP Mambaul Ulum Bata Bata

Bahkan pekerja proyek kadang-kadang tak segan meminta air galon dan salon aktif untuk hiburan karaoke dangdutan.

Sedangkan pihak sekolah tak berdaya, sebab hal ini diduga ada campur tangan dari salah seorang oknum pejabat pendidikan setempat yakni Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kabid SD Dikdaya) Probolinggo, SA Indaryati.

Baca Juga :  Myze Hotel Sumenep Hadirkan Promo Ngopi Buy 1 Get 1 Setiap Siang

Parahnya SA Indaryati justru melindungi dan berdalih jika pihak sekolah sejak awal dikerjakannya proyek tersebut sekolah disebut bersedia memberikan semua fasilitas tersebut. Termasuk untuk tempat tinggal para pekerja proyek.

“Sebelumnya sudah sepakat kontraktor dengan pihak sekolah,” ujar Indaryati.

Menurutnya, sekolah dalam memberikan pelayanan kepada pekerja proyeh dinilai sudah menjadi tugas sekolah. Dengan alasan untuk membantu kegiatan pelaksanaan proyek.

Baca Juga :  DBHCHT Rp 4,8 M di Dinsos P3A Sumenep Mandek, DPRD Desak Segera Cairkan BLT Petani dan Buruh Rokok

“Meski bukan pengerjaan proyek swakelola, iya sekolah juga bisa bantu,” ujarnya.***