SAMPANG, MaduraPost – Proyek rabat beton yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Desa Terosan, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, menuai sorotan warga. Pasalnya, jalan yang diklaim baru selesai dikerjakan kurang dari enam bulan itu kini sudah mengalami keretakan di sejumlah titik.
Pantauan di lokasi menunjukkan permukaan rabat beton tampak retak memanjang dan melebar. Beberapa bagian bahkan terlihat mulai terkelupas, memunculkan kekhawatiran masyarakat akan kualitas pengerjaan proyek tersebut.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan tersebut berupa pembangunan rabat beton dengan volume panjang 150 meter, lebar 3,5 meter, dan tebal 17 sentimeter. Anggaran yang digelontorkan sebesar Rp196.050.000 yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025, dengan waktu pelaksanaan selama tiga bulan dan pelaksana TPK Desa Terosan.
Sejumlah warga menduga kerusakan tersebut terjadi akibat pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis (spek). Mereka menilai kondisi jalan yang sudah retak dalam waktu singkat mengindikasikan adanya persoalan dalam perencanaan maupun pelaksanaan.
“Proyek ini belum sampai enam bulan selesai, tapi retaknya sudah melebar. Kalau kualitasnya bagus, seharusnya tidak seperti ini. Kami menduga ada yang tidak sesuai dalam perencanaannya,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat kecewa karena proyek yang menggunakan anggaran negara semestinya dikerjakan dengan standar mutu yang baik agar dapat bertahan lama dan memberi manfaat maksimal bagi warga.
“Dana desa itu uang rakyat. Harusnya dikerjakan sesuai spek, supaya tidak cepat rusak seperti ini,” tambahnya.
Kerusakan rabat beton dalam waktu relatif singkat ini memunculkan dugaan bahwa proyek tersebut berpotensi gagal dalam aspek perencanaan maupun pengawasan. Warga berharap ada evaluasi dan pemeriksaan dari pihak terkait untuk memastikan kesesuaian pekerjaan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Kepala Desa Terosan, BG. Slamet Riyadi, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dilayangkan wartawan MaduraPost. Pesan konfirmasi yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp telah berstatus centang dua, yang menandakan pesan telah diterima, namun hingga berita ini diturunkan telepon melalui aplikasi Whatsapp belum ada jawaban resmi dari yang bersangkutan.
Hingga kini, masyarakat menunggu klarifikasi serta langkah konkret dari pemerintah desa maupun instansi terkait guna memastikan kualitas pembangunan yang dibiayai Dana Desa benar-benar sesuai dengan ketentuan dan tidak merugikan masyarakat.






