Scroll untuk baca artikel
Daerah

PLN Bungkam soal Krisis Listrik Ra’as, Warga Layangkan Surat Terbuka

Avatar
87
×

PLN Bungkam soal Krisis Listrik Ra’as, Warga Layangkan Surat Terbuka

Sebarkan artikel ini
BANGUNAN. Bangunan PLTD Ra’as di Kecamatan Ra’as, Sumenep, yang menjadi sorotan warga akibat pemadaman listrik berulang. (Istimewa for MaduraPost)
BANGUNAN. Bangunan PLTD Ra’as di Kecamatan Ra’as, Sumenep, yang menjadi sorotan warga akibat pemadaman listrik berulang. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Warga Pulau Ra’as, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyampaikan surat terbuka kepada PT PLN (Persero) setempat setelah pemadaman listrik tanpa jadwal terus berulang hampir setiap hari.

Surat itu menjadi tekanan publik terbaru di tengah krisis energi yang belum teratasi, sementara PLN masih memilih bungkam.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Dalam surat yang ditandatangani Subhan Aziz mewakili warga, kondisi kelistrikan di Ra’as disebut telah berubah menjadi persoalan sistemik.

Baca Juga :  Masyarakat Minta Anggaran Pokir dipangkas, Sekretaris DPRD Sumenep Berdalih Tidak Tahu

Pemadaman yang tak menentu dinilai mengganggu aktivitas rumah tangga, merusak peralatan elektronik, hingga menghambat usaha kecil yang bergantung pada pasokan listrik stabil.

“Solusi jangka panjang satu-satunya adalah penambahan mesin baru yang andal. Upaya tambal sulam selama ini telah gagal total,” tulis Subhan dalam surat tersebut, Selasa (11/11).

Warga juga menyoroti dugaan rendahnya standar perawatan serta manajemen aset pada PLTD Ra’as. Mereka khawatir sejumlah mesin yang kini beroperasi telah berada di kondisi rentan rusak, sehingga kerusakan teknis selalu berulang.

Baca Juga :  Nizar Zahro, Selamat dan Sukses Pekan Ngaji 5 PP Mambaul Ulum Bata Bata

“Jika kerusakan teknis terus berulang, pertanyaannya adalah mengapa standar perawatan dan manajemen aset di PLTD Ra’as begitu rendah,” lanjutnya.

Melalui surat itu, warga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap manajemen PLTD, kepastian jadwal perbaikan atau penggantian mesin, serta langkah konkret menuju layanan listrik 24 jam.

Menurut warga, yang mereka perlukan bukan lagi permintaan maaf atau alasan teknis, tetapi tindakan nyata.

Baca Juga :  Myze Hotel Rayakan Ulang Tahun Pertama dengan Sarapan dan Pemeriksaan Kesehatan untuk Veteran

“Kami mencari manajer listrik yang kompeten, bukan sekadar kolektor mesin rusak,” ujar warga dalam surat tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN belum memberikan keterangan resmi terkait isi surat terbuka maupun rencana penanganan krisis listrik di Pulau Ra’as.***