Pilkades Serentak di Sumenep Ditunda Lagi, DPMD : Pilkades Dikunci Ketentuan Level PPKM

  • Bagikan
LUGAS : Moh. Ramli, Kepala DPMD Sumenep. (M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang direncanakan akan digelar bulan Oktober 2021 ini kembali ditunda.

Setelah sebelumnya telah ditunda dari jadwal awal pada 8 Juli 2021 lalu, hingga mundur ke 9 Oktober 2021, justru kini jadwal Pilkades serentak tidak bisa dipastikan kapan akan digelar.

Hal itu diakibatkan karena Sumenep kembali status levelnya turun dari 2 menjadi level 3 Penerapan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM), per Selasa ini, 5 Oktober 2021.

Dinamika perkembangan penyebaran Covid-19 sangat mempengaruhi segala aspek termasuk pelaksanaan Pilkades serentak di Sumenep. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Moh. Ramli.

“Komitmen panitia Pilkades serentak di Kabupaten hingga tingkat desa, ikhtiarnya sebenarnya sama yakni ingin segera menyelesaikan pelaksanaan Pilkades ini. Tapi, tetap harus bersandar pada aturan yang ada,” kata Ramli, Selasa (5/10).

BACA JUGA :  Corona Sumenep Bertambah 4, Total jadi 11 Orang

Dia menjelaskan, point pentingnya pada pelaksanaan Pilkades di masa pandemi ini tetap memperhatikan dinamika perkembangan Covid-19 dan mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 47 Tahun 2021.

“Nah, dengan penurunan level dari 2 ke 3 ini menjadi pertimbangan sendiri. Ketika di level 2 kita semangat semuanya untuk melaksanakan Pilkades serentak, tapi di saat turun ke level 3 maka ada pertimbangan lagi. Mudah-mudahan bisa cepat dilaksanakan,” papar dia.

Hingga saat ini, kata Ramli, Bupati Sumenep belum menentukan jadwal Pilkades serentak. Alasannya, karena Tim Kabupaten yang di dalamnya ada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Satgas Covid-19 belum memberikan rekomendasi, akibat dinamika perkembangan wabah tersebut.

“Jadwal itu memang kewenangan Bupati, namun Bupati tentunya tidak sewenang-wenang akan tetapi tetap memperhatikan rekomendasi dari panitia pemilihan tingkat kabupaten. Ketentuan status level di Inmendagri terbaru justru indikatornya sangat erat kaitannya dengan masalah capaian vaksinasi. Ini menjadi pertimbangan akhir pada Tim Kabupaten untuk memberikan rekomendasi kepada Bupati,” jelasnya.

BACA JUGA :  Bupati Sumenep Beserta Istri Positif Covid-19, Begini Kondisinya Sekarang

Hingga saat ini, lanjutnya, Tim Kabupaten melalui surat Bupati pro aktif melakukan konsultasi ke Kemendagri dan mendapatkan jawaban tertulis bahwa Sumenep sudah boleh melaksanakan Pilkades pada 12 Oktober 2021, dengan beberapa ketentuan atau catatan-catatan, diantaranya pelaksanaannya wajib mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes), dan tidak pada posisi level 4 PPKM.

“Sebenarnya Bupati Sumenep sudah berkirim surat ke Kemendagri bahwa ingin melaksanakan Pilkades pada 12 Oktober 2021. Itu disetujui, tapi karena ada catatan harus memperhatikan dinamika perkembangan COVID-19, dan sekarang dinamikanya justru menjadi pertimbangan yang mengkhawatirkan. Sehingga 12 Oktober itu belum bisa ditetapkan oleh Bupati, karena Tim Kabupaten belum berani merekomendasikan kepada Bupati. Artinya Bupati menunggu rekomendasi dari Tim Kabupaten,” urainya.

BACA JUGA :  Usai Divaksin, Siswa SMKN 1 Sumenep Mengalami Pusing. Begini Penjelasan Kepala Sekolah

Ramli mengaku tidak ingin memaksakan Pilkades serentak digelar sebelum situasi benar-benar aman dari Covid-19. Menurutnya, di masa pandemi Covid-19 segala kemungkinan bisa saja terjadi. Karena perkembangan wabah ini memang penuh ketidakpastian.

“Kami tidak ingin memaksakan Pilkades Serentak dilaksanakan sebelum situasi Covid-19 di Sumenep benar-benar aman. Jangan sampai menjadi klaster baru peredaran virus tersebut. Itu yang menjadi pertimbangan kami,” tegasnya.

Secara teknis, Ramli mengungkapkan, Pilkades serentak tidak mempermasalahkan vaksin, namun Pilkades dikunci dengan ketentuan level. Sedangkan level PPKM indikator utamanya adalah capaian vaksin.

“Makanya kami imbau masyarakat agar melaksanakan vaksin guna menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity untuk melawan Covid-19. Lalu, kapan Pilkades serentak akan digelar juga belum diketahui,” tandasnya.

Untuk diketahui, jumlah desa yang akan mengikuti Pilkades serentak tahun 2021 sebanyak 84 desa.

  • Bagikan