Scroll untuk baca artikel
Headline

Petugas UGD RSIA PURI BUNDA MADURA Diduga Arogan Terhadap Bidan Rujukan

Avatar
×

Petugas UGD RSIA PURI BUNDA MADURA Diduga Arogan Terhadap Bidan Rujukan

Sebarkan artikel ini
Foto: RSIA PURI BUNDA MADURA di Jl. Kabupaten No. 99, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Madura (Dok: MaduraPost)

PAMEKASAN, Pamekasan – Insiden kurang menyenangkan terjadi di RSIA PURI BUNDA MADURA, Kabupaten Pamekasan. Seorang petugas UGD diduga bertindak arogan dengan membentak dua orang bidan dari RSUD Waru yang tengah merujuk pasien hendak melahirkan, Jumat (06/02/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi mata, kejadian bermula saat salah satu petugas UGD menanyakan keberadaan suami pasien kepada Bidan IN (inisial) untuk keperluan tanda tangan persetujuan tindakan operasi. Bidan IN kemudian menjelaskan bahwa suami pasien sedang keluar sementara untuk mengambil uang di (ATM).

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Nelayan Pamekasan Ditemukan Mengambang di Sumenep Madura

Namun, tanpa adanya permasalahan sebelumnya, petugas UGD tersebut tiba-tiba menunjukkan sikap emosional dan membentak Bidan IN. Bahkan, petugas tersebut diduga mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dan dinilai tidak mencerminkan sikap profesional sebagai tenaga kesehatan.

“Tanpa ada masalah sebelumnya, petugas UGD itu langsung marah-marah dan membentak bidan, serta mengeluarkan kata-kata yang kurang pantas,” ujar saksi mata yang berada di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Oknum Petugas KUA Pasean Terlibat Pungli, Tokoh Pemuda Pantura Mengecam Keras

Tidak hanya terhadap Bidan IN, petugas UGD tersebut juga diduga bersikap arogan kepada Bidan MY (inisial), rekan Bidan IN yang turut mendampingi proses rujukan pasien.

Peristiwa ini mendapat perhatian dari pihak keluarga pasien. Mereka menyayangkan sikap petugas UGD RSIA PURI BUNDA MADURA yang dinilai tidak pantas, terlebih dalam kondisi darurat yang melibatkan pasien hendak melahirkan dan membutuhkan penanganan cepat serta humanis.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pelaku Pemerkosa Anak Dibawah Umur di Pulau Mandangin Sampang

“Saya sangat menyayangkan tindakan arogan petugas tersebut. Tidak sepantasnya berbicara dan bersikap seperti itu, apalagi dalam kondisi darurat,” ujar salah satu anggota keluarga pasien.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RS Ibu dan Anak Puri Bunda Madura belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.