PAMEKASAN, Pamekasan – Insiden kurang menyenangkan terjadi di RSIA PURI BUNDA MADURA, Kabupaten Pamekasan. Seorang petugas UGD diduga bertindak arogan dengan membentak dua orang bidan dari RSUD Waru yang tengah merujuk pasien hendak melahirkan, Jumat (06/02/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi mata, kejadian bermula saat salah satu petugas UGD menanyakan keberadaan suami pasien kepada Bidan IN (inisial) untuk keperluan tanda tangan persetujuan tindakan operasi. Bidan IN kemudian menjelaskan bahwa suami pasien sedang keluar sementara untuk mengambil uang di (ATM).
Namun, tanpa adanya permasalahan sebelumnya, petugas UGD tersebut tiba-tiba menunjukkan sikap emosional dan membentak Bidan IN. Bahkan, petugas tersebut diduga mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dan dinilai tidak mencerminkan sikap profesional sebagai tenaga kesehatan.
“Tanpa ada masalah sebelumnya, petugas UGD itu langsung marah-marah dan membentak bidan, serta mengeluarkan kata-kata yang kurang pantas,” ujar saksi mata yang berada di lokasi kejadian.
Tidak hanya terhadap Bidan IN, petugas UGD tersebut juga diduga bersikap arogan kepada Bidan MY (inisial), rekan Bidan IN yang turut mendampingi proses rujukan pasien.
Peristiwa ini mendapat perhatian dari pihak keluarga pasien. Mereka menyayangkan sikap petugas UGD RSIA PURI BUNDA MADURA yang dinilai tidak pantas, terlebih dalam kondisi darurat yang melibatkan pasien hendak melahirkan dan membutuhkan penanganan cepat serta humanis.
“Saya sangat menyayangkan tindakan arogan petugas tersebut. Tidak sepantasnya berbicara dan bersikap seperti itu, apalagi dalam kondisi darurat,” ujar salah satu anggota keluarga pasien.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RS Ibu dan Anak Puri Bunda Madura belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.






