Perkiraan Kurang Terukur, Mobil Pick Up Hantam Kijang Innova

Avatar
LAKA LANTAS. Kondisi Mobil Pick Up ringsep di bagian depan dan pintu kanan. (Kasubbag Humas Polres Sumenep)

SUMENEP, MaduraPost – Terjadi kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (21/3/2022) kemarin sekitar pukul 21.15 WIB.

Tepatnya di Jalan Nasional, Dusun Jeruk Desa. Adapun yang terlibat dalam Laka Lantas itu yakni Mobil Suzuki Pick Up dengan nomor polisi (Nopol) M 8436 NB yang dikemudikan Yaski.

Dia asli warga Dusun Ombun, Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang. Yaski adalah seorang pedagang. Saat itu dia bersama kernetnya yang bernama Mata Sholeh (33).

BACA JUGA :  Baru Seumuran Jagung Proyek Hotmix di Tampojung Guwa Sudah Ditumbuhi Rumput

Sementara identitas mobil Toyota Kijang Inova 2,4 Nopol P 1034 WL, dikemudikan oleh Ririd Zainur Ridho (46) warga Dusun Krajan, Desa Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.

Ririd membawa 7 penumpang, diantaranya Ari (30), Misto (50), Asis (55), Halimah (48), Mufida (45), Asiah (59) dan Arka (10). Ketujuh penumpang ini adalah keluarga Ririd sendiri.

Polisi mengungkapkan kronologi kejadian bermula dari pengemudi Mobil Pick Up melaju dari arah timur menuju Kabupaten Sampang dengan kecepatan sedang.

BACA JUGA :  Hendak Menuju Rumah Bidan, Warga Desa Somalang Pakong Lahir Diatas Mobil SIGAP

Hasil olah TKP, polisi menduga Mobil Pick Up ingin menyalip mobil yang ada di depannya namun dari arah yang berlawanan alias arah barat ada Mobil Kijang Innova yang melaju dengan kecepatan sedang pula.

Akibatnya, Mobil Pick Up langsung menghantam Mobil Kijang Innova di bagian depan sisi sebelah kanan. Atas kejadian itu, dua sopir mobil tersebut mengalami luka berat. Sementara penumpang lain alami luka ringan.

BACA JUGA :  Komunitas “Jangan Lupa Bahagia” Bangun Konsolidasi Untuk Pamekasan Hebat

“Kerugian dari Mobil Kijang Innova ditaksir Rp 50 juta. Kemudian Mobil Pick Up sekitar Rp 30 juta,” kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengungkapkan dalam rilisnya, Rabu (23/3).