Pengguna Jalan Keluhkan Genangan Air, Diduga Pipa Air Milik PDAM Sumenep Pecah

  • Bagikan

SUMENEP, MaduraPost – Para pengguna jalan disepanjang Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, keluhkan adanya aliran air yang mengalir dari bawah tanah. Sumber mata air tersebut diduga timbul dari pipa air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.

Sumber mata air yang keluar tersebut tepat berada di area depan Kantor Bank Jatim Cabang Sumenep. Air itu membuat becek jalan raya dan mengalir hingga Hotel Utami, sisi timur. Selain becek, air yang bercampur dengan tumpukan pasir hitam proyek milik Bank Jatim itu membuat genangan air kotor melumpur.

BACA JUGA :  DPRD Sumenep Tegur Oknum Bidan Peras Pasien BPJS Usai Melahirkan

Salah satu pengguna jalan, Masyhuri (26), mengaku risih akibat genangan air yang becek hingga mengganggu kondisi jalan. Dia mengatakan, saat hendak memarkirkan sepeda motor disis selatan Bank Jatim, nampak genangan air itu mengganggu para pejalan kaki.

“Saya juga terkejut, kenapa ada keluar air ini. Seharusnya lekas diperbaiki, jangan dibiarkan begitu saja,” kata dia pada media ini, Kamis (7/10).

Pihaknya berharap, agar PDAM Sumenep bisa responsif melihat kondisi tersebut. Sebab, selain mengganggu pengguna jalan yang lain, ditakutkan mata air yang diduga dari bocornya pipa air tersebut tambah melebar dan membengkak.

BACA JUGA :  Di Hari Ultah, Jurnalis Madura Post Dapat Kejutan Lipatan Uang Rp 50 Ribu Sepanjang 8 Meter

“Saya hanya takut tambah melebar itu. Jadi pihak PDAM diharapkan segera mungkin bisa memperbaiki perihal ini,” harapnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Sumenep, Febmi Noerdiansya, saat dikonfirmasi media ini mengungkapkan, akan segera melakukan pengecekan. Dia menduga, memang ada pipa besar di bawah tanah yang bocor.

“Nanti saya tindak lanjuti kalau memang pipanya PDAM. Soalnya kalau pas musim hujan, dari Jalan Seludang hingga Utami itu nggak tahu keluar airnya dari mana,” ungkapnya, saat dikonfirmasi media melalui sambungan selularnya.

BACA JUGA :  Serumpun Bambu di Tengah Sungai, Mengakibatkan Longsor di Desa Rombuh

“Disitu memang ada pipa besar. Tapi misal pipa besar itu pecah, air milik pelanggan semuanya pasti mati. Nanti saya suruh teman-teman untuk cek kesana,” jelasnya.

Hingga berita ini dinaikkan, belum diketahui secara pasti semburan air dari bawah tanah itu mengalami kerusakan atau tidak. Hanya saja, dengan adanya aliran air tersebut kondisi jalan sempat licin dan becek.

  • Bagikan