Pemerintah Pusat Melalui BKKBN dan DP3AP2KB Pamekasan Melakukan Demo Aplikasi Elsimil di 13 Kecamatan

  • Bagikan
Kepala Seksi pengolahan dan pemanfaatan data Satramin. S.Kep.Ns DP3AP2KB Kabupaten Pamekasan disaat melakukan sosialisasi PP 72 Tahun 2021 tentang percepatan penanganan stunting (Madurapost/Fatholla)

PAMEKASAN, MaduraPost – Pemerintah Pusat Melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana ( DP3AP2KB) Kabupaten Pamekasan Sosialisasikan percepatan penurunan stunting di 13 Kecamatan, kegiatan tersebut di laksanakan di Desa Dempo Timur Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan, Rabu (24/11)2022)

Dalam sosialisasi tersebut salain membahas penurunan angkan Stunting, peserta juga di perkenalkan dengan aplikasi elektronik siap nikah dan hamil (Elsimil)

Elsimil merupakan aplikasi yang berfungsi sebagai alat skrining kondisi calon pengantin, yang menghubungkan calon pengantin dengan petugas pendamping, media edukasi tentang kesiapan menikah dan hamil dan alat pantau kepatuhan calon pengantin dalam melakukan treatment peningkatan status gizi.

BACA JUGA :  LPI Nurul Islam Depoh Timur Gelar Musabaqoh Akhir Sanah Yang Ke XIX

Hal tersebut sebagai langkah keterbukaan informasi pada publik untuk mempercepat penurunan angka stunting (kekerdilan).

DP3AP2KB Kabupaten Pamekasan melalui kepala seksi Pengelohan dan pemanfaatan data, Satramin. S. Kep. Ns. Memaparkan bahwa nanti pada tahun 2022 aplikasi tersebut sudah dapat di operasikan secara mandiri, sehinga nanti nya semua calon pengantin di indonesia termasuk di wilayah kabupaten Pamekasan 3 Bulan sebelum menikah sudah dilakukan sekrening pemeriksaan kesehatan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dilakukan pendampingan oleh pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) dan kader Bina keluarga balita (BKB)

BACA JUGA :  Akibat Rok Kesangkut ke Rantai Motor, Warga Pamoroh Pamekasan ini Harus Mengalami Patah Tulang

” Aplikasi Elsimil didalamnya terdpat seluruh informasi yang didapatkan dari hasil semua pemeriksaan kesehatan yang dilakukan bidan di puskemas bagi catin perempuan seperti pemeriksaan Tinggi Badan, Berat badan IMT( indek masa tubuh) anemia pemeriksaan Hemoglobin (HB) pengukuran lingkar lengan atas maupun kekurangan asupan nutris,” papar nya Satramin S.Kep.Ns

Aplikasi tersebut merupakan bentuk upaya yang dilakukan pemerintah dalam memberikan keterbukaan informasi pada publik khususnya calon pengantin (catin) sebagai alat pemantau kesehatan dan memberikan edukasi seputar kesiapan nikah dan hamil

” Selain itu aplikasi ini merupakan bentuk upaya pemerintah dalam memberikan keterbukaan informasi pada publik esensinya pada catin dan edukasi seputar kesiapan nikah,” tambahannya

BACA JUGA :  Kalapas Kelas II A Pamekasan Tutup Besuk Sementara, Hingga Waktu Yang Tidak Ditentukan

Selanjutnya dia menegaskan bahwa hal tersebut Berdasarkan Peraturan Presiden (PP) no 72 tahun 2021 tentang percepatan penanganan stunting

” Sesuai PP No 72 tahun 2021 tentang percepatan penanganan stunting, yang dimulai sejak catin, hinga masa kehamilan dan pasca melahirkan dari usia 0-6 bulan dan pemenuhan ASI Eksklusif , usia 6-24 bulan dan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI),” Pungkasnya

Kegiatan tersebut di ikuti sejumlah Bidan Desa Kader Posyandu,Kader pemberdayaan kesejahteran keluarga (PKK) Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) di wilayah kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan

Penulis: FathollaEditor: Ahmad Marul
  • Bagikan