Pemdes Gagah Mengambil Tema ‘Desa Gagah Kreatif Inovatif Tiada Henti’ Sebagai Tematik Desa

  • Bagikan
Kepada Desa Gagah Hendra Budi Krisna dan beberapa produk yang diproduksinya

PAMEKASAN, MaduraPost – Bertema ‘Desa Gagah Kreatif Inovatif Tiada Henti’, Pemerintah Desa (Pemdes) Gagah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan menggandeng BUMdes Adi Warna dan Karang Taruna Harapan Jaya untuk mensukseskan program Bupati Pamekasan Baddrut Tamam tentang desa tematik.

Mengambil potensi alam di desanya yang sebelumnya biasa saja menjadi luar biasa sebagai tematik desa, Desa Gagah telah memproduksi beberapa produk dan telah dipasarkannya sejak seminggu yang lalu di pinggir jalan Jl. Trunojoyo Pamekasan, tepatnya di depan Kantor Pemda Timur.

Beberapa produk yang dipasarkannya itu adalah Kosiga (Kopi Siwalan Gagah) dengan harga jual Rp 10.000,00 – Rp 20.000,00 per kemasan, Piring Lidi Rp 40.000,00 per lusin, Anyaman Besek Rp 4.000,00 – Rp 25.000,00, Lava Aren Rp 15.000,00 per 250 ml, Wedang Pokak Rp 15.000,00 per 250 ml, Legen Asli Rp 10.000,00 per botol, Gula Merah Rp 3.000,00 per kemasan, Teh Krabi Rp 5.000,00 per isi 5, Es Moka Moke dan Tikar Daun Siwalan.

BACA JUGA :  Upaya Pencegahan Covid-19, Pemdes Panglemah Melakukan Penyemprotan Disinfektan Keliling

Menurut Hendra Budi Krisna selaku Kepala Desa Gagah menjelaskan, bahwa potensi Desa Gagah yang paling menonjol adalah di sektor Ekonomi Kreatif dan UMKM. Dengan memanfaatkan potensi alam dari lahan pertanian dan perkebunan yang ada di desanya itu sebut dia, seluas 6,5 Ha akan dijadikan program pengembangan Wisata Desa berbasis
Agro Pertanian.

“Dengan harapan dapat mendongkrak agro perekonomian masyarakat dengan meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal desa kami, utamanya produk hasil pertanian dan kerajinan dari masyarakat Desa Gagah. Sehingga agro wisata ini merupakan desa tematik yang akan menunjang Pendapatan Asli Desa (PAD) dan akan menjadi desa mandiri dengan mengedepankan produk hasil sumber daya alam yang tersedia di Desa Gagah,” pungkasnya, Rabu (6/10/2021).

BACA JUGA :  Anggota Polsek Kena Semprot Kapolres Saat Acara Press Release di Polres Sampang

Dengan adanya agro wisata ini papar Hendra Budi Krisna, akan menjadi tempat untuk memproduksi komoditas pertanian serta sebagai sentra edukasi pertanian yang terdiri dari budidaya tanaman pangan, hortikultura, flokrikultura (bunga dan buah-buahan) yang akan terintegrasi dengan beberapa usaha lainnya.

“Sehingga BUMDes Desa Gagah itu nantinya akan menjadi tempat perkembangan perekonomian desa yang dapat menciptakan dan membuka lapangan kerja bagi warga setempat, serta dapat mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang ada,” paparnya.

Ia juga mengatakan, kalau dari pengolahan tanah kas desa yang sebelumnya lahan kosong, pihaknya telah menggandeng kelompok tani di desanya melakukan gerak cepat, sehingga menghasilkan beberapa varian
hasil produk seperti beras GOGO dan holti kultura. Dan dari trobosan tersebut, kata dia, Pemdes Gagah mendapat bantuan dari kmentrian Pertanian RI pada awal tahun 2021 lalu.

BACA JUGA :  Penemuan Mayat Di Dalam Sumur Tua

“Beras Gogo merupakan brand lokal Desa Gagah yang kami cetuskan sebagai salah satu inovasi agar produk padi atau beras lokal Petani Desa Gagah mempunyai nilai jual yang lebih dari pada di jual dengan cara konvensional. Merek dagang beras Gogo adalah jama beras lokal yang sudah dikenal oleh masyarakat Desa Gagah dengan sebutan Beras Gogo,” urainya.

Maka dari itu tambah dia, pihaknya berharap agar beberapa produk yang diproduksinya itu dapat diterima oleh masyarakat oleh seluruh lapisan masyarakat khususnya masyarakat Pamekasan.

  • Bagikan