Pemdes Buddih Abaikan LSM TOPAN RI Untuk Menggelar Audiensi

  • Bagikan

PAMEKASAN, Madurapost.id – Pemerintah DesaTDesa Buddih tidak hadir pada audiensi yang dilayangkan ke DPMD yang sudah dilimpahkan ke Kecamatan pada tanggal 30/06 berdasarkan nomer surat : 414.1/320/432.312/2020. LSM DPW Jatim TOPAN RI kembali akan melayangkan surat audiensi ke Kecamatan terkait program kegiatan yang dilaksanakan Pemdes Buddih, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.

Pasalnya sampai saat ini pihak Pemdes Buddih belum ada tanda etika baik dalam memberikan konfirmasi dan klarifikasi terkait dua proyek tahun 2020 yang realisasinya diduga tidak sesuai spek dan diduga hanya dijadikan lahan memperkaya diri sendiri oleh Pemdes Buddih.

BACA JUGA :  Terkesan Asal Jadi, Proyek Rehab Ruang Kelas SMP 1 Palengaan Tidak Ada Pengawasan Disdik

Kepada MaduraPost, Kabid Peng Pemb BUMND dan Swasta LSM TOPAN RI, Slamet Riyadi mengatakan, kalau pihaknya akan kembali melayangkan surat audiensi ke Kecamatan Pademawu, Rabu (08/07/2020).

“Kami akan kembali melayangkan surat audiensi ke Kecamatan Pademawu, sebagai bentuk kesungguhan kami dalam menyelesaikan persoalan dua proyek tahun 2020 yang realisasinya kami duga banyak anomali,” katanya.

Lebih lanjut Slamet Riayadi mengatakan, bahwa dirinya serius akan mengawal persoalan dua proyek di Desa Buddih tersebut sampai tuntas.

BACA JUGA :  Sejumlah Guru GTT di Pamekasan Belum Terima BLT Covid-19 

“Kami tegaskan, kalau kami akan mengawal persoalan dua proyek tersebut sampai tuntas, karena tuntanya kami sudah mengantongi beberapa data faktualnya,” tegasnya.

Sementara itu, Suswanto selaku Ketua LSM DPW Jatim TOPAN RI juga mengatakan, bahwa dirinya akan mendukung penuh apa yang menjadi langkah – langkah anggotanya tersebut

“Saya selaku Ketua DPW Jatim TOPAN RI mendukung penuh terhadap langkah – langkah anggota saya,” ucapnya.

BACA JUGA :  Cegah Virus Corona, Di Pamekasan Santri Yang Kembali Ke Pondok Pesantren Diperiksa Kesehatanya

Suswanto juga memperjelas, kalau pihaknya akan kembali mengirim surat audiensi tersebut, dan dia juga mengatakan kalau dirinya akan terus melangkah dan yang jelas akan mengawal persoalan tersebut sampai ke akar – akarnya.

“Karena bukti – bukti konkrit seperti bukti fisik pada proyek tersebut sudah kami kantongi, sedangkan permohonan audiensi kami itu sebagai bentuk validasi data yang tidak menutup kemungkinan kami akan melangkah lebih jauh,” ungkapnya. (Mp/nir/kk)

  • Bagikan