Daerah  

Oknum Perangkat di Pangtonggal Proppo Diduga Pungli Penyaluran BPNT

Avatar
Ilustrasi.

PAMEKASAN, MaduraPost – Perangkat Desa Pangtonggal, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan terindikasi diduga kuat telah melakukan tindak pidana Pemungutan Liar (Pungli) pada saat penyaluran BPNT di Desanya.

Berdasarkan beberapa informasi yang dihimpun oleh media ini, dugaan tindak pidana tersebut terjadi saat sebelum bantuan yang saat ini disebut juga sebagai bantuan program sembako diterima oleh KPM.

Dimana informasinya sebelum KPM terima BPNT periode Januari, Februari dan Maret tahun 2022 sebesar Rp. 600.000.00, – itu dipungut sejumlah uang oleh Oknum Perangkat di Desa tersebut.

BACA JUGA :  Rekontruksi Polisi Vs TNI di Pamekasan Disaksikan Warga, Begini Tuntutannya

“Pada waktu itu mas, sebelum saya menerima uang bantuan tersebut saya dan tentunya para KPM yang lain diminta atau memberikan sejumlah uang kepada oleh seorang Perangkat Desa,” kata seorang KPM kepada Wartawan Media ini di salah satu lokasi, Rabu (16/3/2022).

Sementara itu melalui hubungan telpon selulernya, Sekretaris Desa (Sekdes) Pangtonggel Nahrawi seolah mengakui adanya dugaan tersebut dengan menyatakan, bahwasanya masyarakat atau KPM itu bukan memberikan uang kepada dirinya, tapi kepada Pamong atau Kepala Dusun (Kasun) setempat.

BACA JUGA :  Proyek Saluran di Kelurahan Bugih Diduga Tumpang Tindih, Kini Mendapat Sorotan

“Begini, masyarakat itu memberikan ke Pamong pak bukan ke saya, sekedarnya, bukan langsung memberi 20rb atau berapa, pokoknya masyarakat itu memberi, bukan semua KPM itu memberikan semuanya,” ujarnya.

Nahrawi juga mengatakan, kalau masyarakat (KPM) itu memang memberikan uang tersebut tapi sekedarnya, namanya orang berjalan (Kasun, red) kata dia, tidak semua KPM itu ngasih.

BACA JUGA :  LPI Nurul Islam Depoh Timur Gelar Musabaqoh Akhir Sanah Yang Ke XIX

“Tidak semuanya (KPM) itu ngasih, yang suka ya ngasih (uang pungutan, red), yang tidak suka ya tidak ngasih,” pungkasnya.

Sementara Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Proppo Syarif melalui hubungan via WhatsAppnya mengatakan tidak tahu menahu persoalan tersebut.

“Demi Allah mas, saya sebagai TKSK Proppo tidak tahu menahu mas masalah itu,” katanya singkat.

Diinformasikan bahwa besaran uang yang disinyalir dipungli oleh Oknum Perangkat Desa Pangtonggal Proppo dari setiap KPM itu sebesar kurang lebih 20rb.