Scroll untuk baca artikel
Headline

Oknum Guru Ngaji di Sumenep Diduga Lakukan Pelecahan Seksual Kepada 3 Santrinya

Avatar
61
×

Oknum Guru Ngaji di Sumenep Diduga Lakukan Pelecahan Seksual Kepada 3 Santrinya

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI. Potret seorang perempuan yang depresi sebab menerima pelecehan seksual. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Viral sebuah video di media sosial utamanya di grup WhatsApp seorang oknum guru ngaji di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan pelecehan seksual kepada santrinya.

Informasi yang dihimpun MaduraPost, peristiwa ini terjadi pada Selasa (7/5/2024) malam di salah satu masjid yang ada di Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Sumenep.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Dalam video beduraai 26 detik itu terlihat sejumlah warga tengah berkerumun menghampiri salah satu masjid yang ada di desa setempat.

“Pelecehan dilakukan oleh nguru ngaji,” ucap salah satu suara di video tersebut, Rabu (8/5).

Baca Juga :  Inilah Pandangan Bupati Tentang Kampung Tangguh di Sumenep

Belum diketahui secara pasti fakta mengenai dugaan pelecehan yang dilakukan oknum guru ngaji kepada santrinya tersebut.

Hanya saja, pada video yang beredar luar di sosial media, oknum guru ngaji ini melakukan tindakan tak senonoh pada santrinya sendiri.

“Pegang payudara kayaknya,” kata si perekam video tersebut.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, membenarkan adanya peristiwa semalam.

Di mana, warga tengah berbondong-bondong mendatangi masjid di Desa Pangarangan, Sumenep, untuk mengetahui kejadian tersebut.

Baca Juga :  Sidang Putusan “Suteki” di PN Pamekasan Dijaga Ketat Aparat Kepolisian

Sayangnya, kata Widiarti, para korban belum ada yang melakukan pelaporan atas peristiwa yang terjadi.

“Informasinya ada 3 korbannya, cuma hingga hari ini belum ada laporan ke kami,” kata Widiarti saat dihubungi MaduraPost melalui sambungan teleponnya, Rabu malam.

Pihaknya hanya mengungkapkan, bahwa Selasa malam, polisi langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

“Agar tidak terjadi main hakim sendiri, kami lakukan pengamanan di sana,” kata Widiarti.

Sebab itu, Widiarti menegaskan, jika belum ada laporan dari masyarakat maka tidak dapat dilakukan penyelidikan terhadap oknum yang disangkakan.

Baca Juga :  Corona Sumenep Bertambah 4, Total jadi 11 Orang

“Itu ada masalah dengan guru ngaji, tetapi dari pihak korban nggak ada yang mau laporan. Jadi tadi malam kita hanya datang untuk melakukan pengamanan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala Desa (Kades) Pangarangan, Miskun Legiyono.

Sebab, saat dikonfirmasi pewarta melalui sambungan teleponnya tidak merespon, meski nada dering tunggunya terdengar aktif.***