Nyuruh Kades Mencuri Sapi, Camat Batang-Batang Dipanggil Bupati

  • Bagikan
WAWANCARA : Bupati Kabupaten Sumenep, Achmad Fauzi. (M. Hendra. E)

SUMENEP, MduraPost – Usai viral video di Media Sosial (Medsos) Facebook Camat Batang-Batang, akhirnya Bupati Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, angkat bicara. Sebab, dalam video tersebut, Camat Joko Suwarno sempat membawa nama Bupati Achmad Fauzi.

Dengan tegas, Bupati Fauzi memastikan dirinya tidak pernah memerintahkan hal apapun seperti yang disampaikan Camat Joko Suwarno.

“Saya pastikan, saya tidak pernah menyuruh hal tercela seperti itu demi menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Vaksinasi memang penting, tapi untuk menyukseskannya tidak bisa dilakukan dengan cara tidak baik,” tegas bupati kepada awak media, Senin (16/8).

Menurutnya, Pemkab Sumenep akan terus berupaya agar program vaksinasi Covid-19 berjalan sesuai harapan. Tentu dengan cara-cara yang dapat dibenarkan. Baik dari sisi etika sosial maupun hukum formal.

“Kami tidak mungkin menggunakan cara-cara yang dapat merugukan masyarakat itu untuk menyukseskan vaksinasi. Tujuan baik harus dicapai dengan cara yang baik pula,” terangnya.

Menyoal tentang viralnya video Camat Batang-Batang yang menuai kontroversi itu Bupati Fauzi mengaku sudah memanggil dan menegur yang bersangkutan.

BACA JUGA :  Polsek Kota Sumenep Membekuk Dua Laki-laki karena kedapatan membawa Narkotika Jenis Sabu

“Secara birokrasi, biar Camat yang bersangkutan nanti dipanggil oleh BKD sama Inspektorat untuk ditindaklanjuti. Kalau perlu ada pembinaan kepada yang bersangkutan,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, pernyataan seorang Camat Joko Suwarno, melakukan klarifikasi berupa video dan tersebar di grup-grup WhatsApp. Dalam video berdurasi 2 menit 50 detik itu, Joko mengklarifikasi atas video 30 detik yang beredar di Facebook yang sempat meresahkan warga atas pernyataannya, terutama bagi warga Kecamatan Batang-Batang sendiri.

Joko mengaku salah dan meminta maaf atas perkataannya itu. Disamping itu, menurutnya video itu telah melalui editan dan tidak sama dengan video aslinya, meski ia tak menyebutkan video asli yang dimaksudnya seperti apa.

“Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan permohonan maaf, bahwa pada tanggal 13 Agustus 2021, hari Jumat, pukul 13.00 WIB, saya mengundang 16 Kepala Desa, tokoh agama diantaranya MUI, NU, Ansor, PKK Kecamatan, dan Muslimat. Kemudian juga ada Kapolsek, Danramil dan dua Pustu Legung serta Batang-Batang,” ucapnya, dalam video klarifikasi yang diterima media ini.

BACA JUGA :  Warga Indonesia "Haram" Masuk Malaysia Mulai 7 September 2020

“Dalam video yang viral bahwa saya memerintahkan Kades mencuri sapi, itu adalah guyonan. Coba bapak ibu dengarkan kembali, di video itu terlihat semua orang ketawa, itu tidak benar. Jadi saya mohon maaf, karena guyonan ini jadi semua salah tafsirkan oleh teman-teman. Jadi sekali lagi saya minta maaf,” tambahnya.

Selain dianggap video tersebut adalah editan semata, Joko mengaku bahwa pernyataannya adalah guyonan. Sementara video yang tersebar di platform Facebook adalah video yang tidak lengkap, alias telah melewati proses editing atau pemotongan video secara sepihak.

“Jadi dari video viral itu hanyalah editan, tidak lengkap. Kalau lengkap, pasti pertama kali saya sudah menyampaikan kata-kata assalamualaikum. Kemudian siapa petinggi setelah Camat, ada pak Kapolsek, Danramil, pasti sudah saya sebutkan. Nah, dari video itu kan tidak ada. Malah sudah dipotong-potong. Jadi saya minta maaf, memang kesalahan saya,” akuinya.

Dia pun juga mengklarifikasi atas instruksinya pada Kepala Desa (Kades) untuk mencuri sapi milik warga jika tidak ingin divaksin. Joko menerangkan, seorang Kades harus memiliki kartu sakti atau kartu AS. Tujuannya, kata dia, agar setiap ada laporan apapun dari warga harus tersampaikan kepada pemerintah desa (Pemdes), utamanya Kades.

BACA JUGA :  Gara Gara Warisan, Anak dan Ibu Kandungnya Sendiri Dipidanakan

“Tujuan saya hanya ingin Kades itu mau bergerak dengan maksimal. Maksudnya kata-kata mencuri itu bukan lantas harus mencuri, akan tetapi bagaimana Kades memiliki kartu AS. Misalnya saja, jika ada warganya yang sakit langsung bisa ke Kades, ada warga meninggal ke Kades, sampai ada sapi warga yang hilang juga langsung ke Kades untuk melakukan laporan. Ini maksud saya,” terangnya.

Terakhir dalam isi video, Joko memohon kepada publik agar tidak memviralkan video yang dianggap telah dipotong tersebut dan tidak sesuai dengan realita.

“Saya minta tolong jangan diviralkan kembali, itu tidak benar. Semoga niat saya di Kecamatan Batang-Batang agar masyarakat mau punya kesadaran,” pungkasnya.

  • Bagikan