Nipu Rp 10 Juta, Oknum LSM Masuk Bui, Beda Dengan Oknum DPRD yang Diduga Nipu Ratusan Juta

Avatar
AR (kiri) Tersangka Oknum LSM terjerat kasus penipuan dan HS (kanan) Oknum anggota DPRD Pamekasan. (Foto : Madurapost)

PAMEKASAN, MaduraPost – Malang nasib AR (inisial), Oknum anggota LSM yang saat ini mendekam di rumah tahanan Polres Pamekasan karena terjerat kasus penipuan uang sebesar Rp 10 juta rupiah.

Meski hanya Rp 10 juta kerugian yang dialami pelapor, Polres Pamekasan menetapkan AR tersangka tindak pidana penipuan atau penggelapan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 378 KUHP atau 372 KUHP.

BACA JUGA :  Rampas Surat Undangan Pencoblosan Pilkades, Warga Longos Lapor Polisi

Jauh berbeda dengan kasus dugaan penipuan yang diduga dilakukan oleh HS (Inisial) oknum anggota DPRD Pamekasan yang telah merugikan korban hingga ratusan juta rupiah.

Korban atas nama Hidayatullah sudah hampir tujuh bulan melaporkan HS ke Polres Pamekasan atas dugaan kasus penipuan, Namun hingga saat ini kasus tersebut tidak menemukan kepastian hukum.

Menurut Abd Khalis, selaku Kuasa Hukum korban mengatakan bahwa HS melakukan penipuan dengan modus mengiming imingi korban dengan akan diangkat sebagai pendamping desa.

BACA JUGA :  Kejaksaan Negeri Pamekasan Musnahkan Barang Bukti Narkoba Dan Rokok Ilegal

Atas hal tersebut, HS meminta uang kepada korban dengan nominal Rp 17 juta hingga Rp 18 juta. Bahkan menurut Abd Kholis, Korban tidak hanya Hidayatullah, namun masih banyak korban lain dengan kerugian mencapai ratusan juta.

“Korban yang diduga ditipu HS tidak hanya satu orang, tapi puluhan orang, Dengan modus mengiming-imingi akan menjadikan para korban sebagai Pendamping Desa,” Kata Khalis.

BACA JUGA :  Warga Desa Kemuning Protes Bantuan BLT-DD Tahap III Diduga Ditilap Kepala Desa

Peristiwa dugaan penipuan yang dilakukan HS sudah berlangsung kurang lebih lima tahun berlalu. Namun HS dilaporkan ke Polres Pamekasan baru berjalan selama tujuh bulan.

Abd Kholis juga optimis, Bahwa Polres Pamekasan akan tetap melakukan proses hukum dan segera menetapkan HS sebagai tersangka.