Scroll untuk baca artikel
Daerah

Misi Bea Cukai Madura Dorong Kesejahteraan Petani Lewat Lapangan Kerja

Avatar
72
×

Misi Bea Cukai Madura Dorong Kesejahteraan Petani Lewat Lapangan Kerja

Sebarkan artikel ini
Bea Cukai juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak mengonsumsi rokok ilegal serta berani melaporkan pelanggaran yang ditemukan. (IST)

PAMEKASAN, MaduraPost – Kepala Bea Cukai Madura, Novian Dermawan, menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Madura.

Menurutnya, misi yang diemban Bea Cukai Madura saat ini sejalan dengan para petani, yakni meningkatkan pendapatan dan memperluas lapangan pekerjaan bagi warga.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Dalam keterangannya, Novian menyebut bahwa langkah strategis yang diambil pihaknya salah satunya adalah membangun fasilitas produksi baru, khususnya pabrik rokok, sebagai industri padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal.

“Misi saya sama dengan misi kaum petani, yaitu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Madura. Caranya? Dengan meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan pekerjaan. Kami di sini sudah membangun 273 pabrik baru. Artinya, semakin banyak pabrik rokok dibuka, semakin banyak tenaga kerja terserap, dan semakin sedikit pengangguran,” kata Novian di hadapan aksi unjuk rasa, Rabu (13/8).

Baca Juga :  Hasil Penindakan 20 Nama Merek Rokok Ilegal Dirahasiakan Bea Cukai Madura, Ada Apa?

Novian menjelaskan, penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar bukan hanya berdampak pada meningkatnya taraf hidup masyarakat, tetapi juga memberi efek domino pada berbagai aspek sosial.

Salah satunya adalah menurunnya tingkat kriminalitas yang kerap dipicu oleh masalah pengangguran.

“Kalau pengangguran sudah berkurang, masyarakat sudah bekerja, otomatis angka kriminalitas akan ikut menurun,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Ancam Bakar Kendaran Petugas Bea Cukai Saat Gerebek Mesin Rokok di Pamekasan

Ia menambahkan, selain fokus pada pembukaan lapangan kerja, pihaknya juga tidak menutup mata terhadap isu-isu lain yang muncul di lapangan.

Salah satunya adalah kabar mengenai praktik “upeti” atau setoran yang kerap disorot publik.

“Soal upeti atau setoran, mari kita perbaiki bersama-sama. Kami siap mengajak semua pihak duduk bersama untuk mencari solusi yang transparan dan adil,” kata Novian.

Lebih jauh, Novian menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat.

Baca Juga :  Meski Dijual Tanpa Cukai, Rokok RS Laris Terjual di Pamekasan

Menurutnya, kolaborasi yang sehat akan menghasilkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, tidak hanya di sektor pertanian, tetapi juga di sektor industri dan perdagangan.

Ia berharap program pembangunan pabrik dan fasilitas penunjang ekonomi di Madura dapat terus berjalan dengan dukungan semua pihak.

Dengan begitu, target menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara optimal.

“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan industri di Madura benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Ke depan, kami akan terus mendorong program-program yang mampu menggerakkan roda perekonomian lokal,” pungkasnya.***