Meski Tidak Menular pada Manusia, Dinkes dan P2KB Sumenep Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Avatar
Ilustrasi

SUMENEP, MaduraPost – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes dan P2KB) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengeklaim bahwa Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tidak akan menular pada manusia. Jumat, 13 April 2022.

“Itu belum dinyatakan ke manusia, melainkan ke hewan,” kata Agus Mulyono, Kepala Dinkes dan P2KB Sumenep saat dikonfirmasi MaduraPost melalui sambungan selularnya, Jumat (13/5) siang.

Meski begitu, pihaknya mengimbau agar masyarakat Sumenep tetap waspada dengan adanya virus tersebut. Dia mengatakan, setidaknya mawas diri.

BACA JUGA :  Posko Covid-19 Desa Panaan Bikin Kagum Ketua Komisi I DPRD Pamekasan

“Ya jangan dianggap remeh juga, tetap waspada. Karena virus ini juga belum masuk ke Kabupaten Sumenep,” jelasnya.

Diketahu bersama, masyarakat Indonesia kembali dikagetkan dengan adanya PMK menyerang sejumlah 1.247 ekor sapi ternak di Jawa Timur pada awal Mei 2022. Jumat, 13 Mei 2022.

PMK atau dikenal juga sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) dan Apthtae Epizooticae adalah penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan virus.

BACA JUGA :  Jangan Takut Divaksin, Animo Masyarakat Sumenep Meningkat

Penyebab PMK yaitu Virus tipe A dari family Picornaviridae, genus Apthovirus. Masa inkubasi virus ini adalah 2 hingga 14 hari (masa sejak hewan tertular penyakit sampai timbul gejala penyakit).

Angka penularan yang tinggi pada hewan menyebabkan kekhawatiran akan penularan pada manusia. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, PMK yang menjangkiti hewan ternak di Jawa Timur tidak akan membahayakan manusia.

Pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah berdiskusi dengan organisasi kesehatan dunia (WHO) dan badan kesehatan hewan dunia (OIE) untuk memastikan penyakit mulut dan kuku ini hanya menulari hewan.

BACA JUGA :  Antusias Peserta Didik dan Warga ikut Vaksinasi Covid-19 di Sampang 

“Jadi hampir tidak ada yang loncat ke dunia st virus SARS-CoV-2 yg loncat dari kelelawar ke manusia. Khusus untuk virus mulut dan kuku ini memang adanya di hewan yang berkuku dua, jadi sangat jarang yang loncat ke manusia,” kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/5/2022) kemarin.