Mahasiswa Sebut Kampus STKIP PGRI Sumenep Berpolitik

Avatar
AKSI DEMONSTRASI. Sejumlah mahasiswa saat menggelar aksi demonstrasi ke Kampus STKIP PGRI Sumenep. (Foto: M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Sejumlah mahasiswa STKIP PGRI Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang mengatasnamakan Kesatuan Mahasiswa Independen (KMI) turun jalan melakukan aksi demonstrasi ke kampusnya sendiri. Senin, 14 Maret 2022.

Mereka membawa beberapa tuntutan, diantaranya kampus STKIP menghentikan heregistrasi, singkirkan politik praktis dari kampus, revisi pedoman kemahasiswaan mengenai SOP audiensi yang membatasi mahasiswa menyampaikan aspirasi.

BACA JUGA :  Proyek Peningkatan Jalan Lenteng – Palengaan Laok Disorot Warga

“Kami juga menuntut kampus untuk menggelar (Pemilu Raya) dan cabut surat pernyataan mahasiswa dilarang demontrasi,” kata orator aksi, Faisol, Senin (14/3).

Mahasiswa menilai, jika pimpinan STKIP PGRI Sumenep telah meninggal dunia. Disamping itu, kata orator aksi, kampus sudah berpolitik.

“Contohnya saja ada logo kaisar di setiap laptop pengelola,” tegasnya.

Mahasiswa mengancam, jika tidak kunjung ditemui oleh pimpinan STKIP PGRI Sumenep, akan menginap di luar kampus.

BACA JUGA :  Jurnalis MaduraPost.net Dilarang Meliput Mahasiswa Diciduk Polres Sumenep

“Kami tidak akan memberikan masuk siapapun ke dalam kampus, selama pimpinan tidak menemui massa aksi,”

Di lokasi, mahasiswa tetap bertahan, sesekali menggelar doa tahlil. Berbagai jenis poster tuntutan mahasiswa dibentangkan, mulai dari ‘Mahasiswa dilarang melakukan aksi demonstrasi’ hingga cacian ‘Kampus STKIP berpolitik’.

Mahasiswa juga sempat ingin membakar ban, namun hal itu dicegah oleh aparat kepolisian. Hal itu sebagai bentuk kekecewaan sebab tak kunjung ditemui pimpinan kampus setempat. Hasilnya, cekcok antara mahasiswa dan polisi tak terelakkan.

BACA JUGA :  Sempat Hilang Setahun Lalu, Polres Sampang Kembalikan Motor Milik Warga Pamekasan