Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Laka Lantas Di Pasar Anom Sumenep, Jazz Tabrak Becak dan Avanza Hingga Ringsek

33
×

Laka Lantas Di Pasar Anom Sumenep, Jazz Tabrak Becak dan Avanza Hingga Ringsek

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, MaduraPost – Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) beruntun terjadi di Depan Pasar Anom, Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, sekitar pukul 07.00 Wib, Jumat, (03/02/2019).

Laka lantas antara mobil Honda Jazz dengan Nomor Polisi (Nopol) M 1923 VB menabrak becak dan mobil jenis toyota avanza nopol M 1714 VJ, hingga menyebabkan kedua mobil dan becak rusak parah.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Pamit Ambil Uang ke Bank, Perempuan Asal Pasean Pamekasan Hilang

Diketahui, identitas pengemudi mobil Honda Jazz atas nama Mohammad Heri (38) beserta istrinya Devi Weliyana (35), berasal dari Desa Sera Tengah, Kecamatan Bluto, Sedangkan Pengemudi mobil toyota avanza atas nama Ahmad Rifa’i (43), warga Desa Baraji, Kecamatan Gapura, dengan pemilik becak atas nama Abd. Rasyid (60), warga Desa Gapurana, Kecamatan Talango.

Baca Juga :  Aksi Demonstrasi Tuntut Bupati Sumenep Bubarkan PT Sumekar Line, Dua Orang Mahasiswa Pingsan

Insiden tersebut berawal dari mobil Honda Jazz yang melaju dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sedang. Sedangkan di badan jalan sebelah barat berhenti sebuah becak dan mobil toyota avabza.

“Pengemudi Honda Jazz diduga kurang kosentrasi, sehingga berjalan kekiri menabrak becak dan mobil toyota avanza,” ungkap Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti.

Baca Juga :  Tiga Narapidana Terorisme Lapas Surabaya Nyatakan Ikrar Setia Kepada NKRI

Berdasarkan informasi yang didapat, mobil toyota avanza sedang berhenti parkir berada di badan jalan sebelah barat, tepat berada di badan jalan sebelah barat, bersamaan dengan becak.

“Dari kecelakaan lalulintas tersebut, ketiga kendaraan mengalami kerusakan material. Untung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut,” papar Widiarti.

Sementara itu, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 16.000.000. (mp/mhe/din)