Pengaruh Pandemi Covid-19 Bagi Destinasi Wisata di Sumenep

  • Bagikan

SUMENEP, MaduraPost – Pandemi virus corona atau covid-19 memang sudah melumpuhkan sektor perekonomian di Indonesia. Beberapa kota yang terdampak wabah tersebut memilih untuk mengurangi segala aktivitas yang menimbulkan banyak kerumunan orang.

Salahsatunya yakni ditutupnya objek wisata di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Hal itu dikeluarkan kebijakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) beberapa bulan lalu.

Kepala Disparbudpora Sumenep, Bambang Irianto, mengatakan bahwa hingga saat ini, usai Surat Edaran (SE) yang dikeluarkannya itu diterima para usaha sektor wisata, para destinasi masih ditutup sementara waktu, hingga pandemi covid-19 tiada.

BACA JUGA :  Apresiasi Alumni Panyepen Atas Kinerja Polri Mengungkap Kasus "SUTEKI"

“Sementara ini belum ada laporan. Tapi sebaiknya ikuti saja saran-saran pemerintah dalam rangka menghadapi ditengah pandemi covid-19. Sumenep ini sudah zona merah, artinya jangan ditambah zona merah lagi,” kata Bambang, saat dikonfirmasi MaduraPost.id diruang kerjanya, Rabu (29/4).

Atas saran dan himbauan pemerintah, pihaknya menegaskan bahwa masyarakat antusias dalam merespon SE penutupan destinasi wisata Sumenep tersebut.

“Ini kan himbauan pemerintah. Selama ini masyarakat mematuhi aturan itu, saya ucapkan terimakasih, karena ini demi kebaikan bersama,” terangnya.

BACA JUGA :  Angin Kencang Terjang Gedung Pesantren Al-Hamidi , Tiga Santri Dilarikan ke Puskesmas

Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep ini memaparkan, bahwa upaya pemerintah dalam menekan penyebaran virus corona, tak cukup hanya sekedar himbauan saja, melainkan semua unsur harus saling merangkul.

“Ini persoalan bersama, sudah pandemi dunia. Jadi semuanya harus saling mendukung, baik pemerintah setempat maupun masyarakat,” ucapnya.

Dirinya merencakan, setelah melakukan serangkaian komunikasi dan koordinasi dengan beberapa pelaku usaha wisata, hingga kini belum secara signifikan sektor perekonomian di Sumenep menurun, utamanya melalui jalur pariwisata.

“Otomatis ada rencana itu, tapi setelah saya koordinasi dan komunikasi dampak itu masih belum terlihat secara optimal, masih diranah wajar-wajar saja. Keinginan kita tidak berlangsung lama wabah covid-19,” tuturnya.

BACA JUGA :  Kapolres Sampang Launching Kampung Tangguh Semeru di Desa Sokabanah Laok

Bahkan, melihat Kabupaten Sumenep terkonfirmasi zona merah, Bambang, menuturkan jika respon masyarakat sangat antusias dalam menghadapi pandemi tersebut, hingga Sumenep bisa kembali menjadi Zona Hijau.

“Respon masyarakat luar biasa. Saya mengeluarkan surat edaran saja, buktinya tidak ada destinasi wisata yang buka selama covid-19 berlangsung. Persoalan ada satu dua destinasi nakal itu wajar,” tandasnya. (Mp/al/rus)

  • Bagikan