Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Lagi Potong Rambut, Pria Asal Bangkalan Jadi Korban Pembacokan OTK di Banyuates

36
×

Lagi Potong Rambut, Pria Asal Bangkalan Jadi Korban Pembacokan OTK di Banyuates

Sebarkan artikel ini
Korban pembacokan yang tewas di TKP di Banyuates Sampang.(Istimewa)

SAMPANG, MaduraPost -Terjadi lagi korban pembacokan seorang pria warga asal Desa Durjen, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, menjadi korban pembacokan Orang Tidak Dikenal (OTK) hingga tewas di Tempat kejadian Perkara (TKP), Kamis (8/9).

Pasalnya, Peristiwa berdarah tersebut terjadi di Jalan raya Pancantek, Desa Banyuates, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Namun korban saat itu lagi potong rambut di salah satu salon. Saat itu, ada orang tidak dikenal yang datang dan membacok korban dengan senjata tajam jenis pisau.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  BREAKING NEWS! Mobil Brio Hancur Setelah Tabrak Toko di Ponjanan Pamekasan

Menurut saksi mata BS mengungkapkan, bahwa pemilik salon berinisial BS. Dirinya (BS) mengatakan bahwa pihaknya sedang memotong rambutnya korban. Namun, tiba-tiba datang orang tidak dikenal yang langsung membacok.

“Tiba-tiba ada orang yang tidak dikenal masuk langsung menusuk korban dengan pisau mas, Saya lari karena takut,” ungkapnya.

BS menjelaskan, setelah kenak bacok, korban lari ke jalan raya dan dikejar oleh pelaku.

Baca Juga :  Bupati Pamekasan Disebut Tong Kosong Nyaring Bunyinya

“Karena ada orang yang melihat, pelaku langsung mengambil sepeda motornya dan lari kearah selatan,” tuturnya.

Sementara, Kapolsek Banyuates, Iptu Rizky Akbar Kurniadi membenarkan bahwa ada kejadian pembacokan diwilayah hukumnya.

“Benar mas, Korban meninggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujarnya.

Menurutnya, bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Kami sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. Untuk motifnya masih belum diketahui pasti, nunggu informasi selanjutnya ya mas,” pungkasnya

Baca Juga :  DKPP Sumenep Pastikan Petani Harus Gabung Poktan Demi Dapatkan Pupuk Bersubsidi