SUMENEP, MaduraPost – Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, lagi-lagi dihebohkan dengan penemuan bayi di dekat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Minggu, 12 Februari 2023.
Hal itu diketahui dari sebuah video viral berdurasi 00.26 detik di sejumlah grup aplikasi perpesanan WhatsApp tentang dugaan penemuan bayi di Kabupaten Sumenep.
Video amatir yang diterima media ini memperlihatkan seorang pria berkaos abu-abu memakai kacamata tengah menggendong seorang bayi baru lahir.
Bayi tersebut juga nampak terlihat hanya berbalut kain warna hijau putih seolah baru dilahirkan di tempat tersebut oleh orang tuanya.
Terlihat jelas, jika bayi perempuan ini masih baru saja lahir beberapa jam. Hal itu dibuktikan dengan kondisi tali pusar bayi yang masih belum terpotong lengkap dengan ari-ari dan bercakan darah di sekujur tubuh.
Informasi yang dihimpun, video yang beredar tersebut berlokasi di Puskesmas Batuan, Kecamatan Batuan, Sumenep, sekitar pukul 14.35 WIB.
Saat menggendong sang bayi berjenis kelamin perempuan itu, si pria sempat menanyakan kepada warga sekitar, bayi siapa yang tergeletak tepat di belakang gedung Puskemas Batuan tersebut.
Kemudian, datang seorang ibu-ibu berkerudung hitam dan mengaku bahwa ialah yang menemukan bayi perempuan tersebut.
“Itu saya yang menemukan, saya ingin gendong. Kasihan dingin bayinya nggak pakai baju. Saya tidak punya anak perempuan. Tolong biarkan saja menggendongnya, saya nggak bakal kabur,” ucap seorang ibu-ibu dalam video viral yang beredar luar dikalangan masyarakat Sumenep tersebut, Minggu (12/2).
Dugaan yang beredar di kalangan warganet, ada yang menyebut, jika bayi perempuan yang tengah viral di media sosial itu adalah hasil dari hubungan gelap dan sengaja dibuang di belakang gedung Puskemas Batuan, sebab malu akan aibnya terbongkar.
“Itu saya kenal siapa orang tuanya, mukanya si bayi saja sudah ketahuan,” ucap sebuah suara voice noted di aplikasi perpesanan tersebut.
Untuk diketahui, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat.
Hanya saja, banyak argumen dari warga platform WhatsApp, jika oknum yang diduga tega membuang bayi tak berdosa itu adalah warga yang tak jauh dari puskesmas itu berada.***






