Scroll untuk baca artikel
DaerahPeristiwa

Kisah Duka di Laut Sampang: Nelayan yang Hilang Akhirnya Ditemukan Meninggal

Avatar
×

Kisah Duka di Laut Sampang: Nelayan yang Hilang Akhirnya Ditemukan Meninggal

Sebarkan artikel ini
Seorang nelayan berhasil ditemukan setelah dilaporkan hilang ketika hendak menangkap ikan di laut. (MaduraPost/Saman Syah)

SAMPANG, MaduraPost – Sebuah cerita pahit merayapi keseharian warga Sampang, Madura, ketika seorang pencari ikan, Khoiruddin (40), dari Dusun Combih, Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, ditemukan meninggal dunia setelah menghilang saat melakukan pencarian ikan di lautan luas.

Kejadian tragis ini memperlihatkan betapa tingginya risiko yang dihadapi oleh para nelayan dalam menjalankan profesi mereka, yang lebih dari sekadar mencari nafkah, namun juga mencari keberuntungan di tengah gelombang laut yang ganas.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Menurut Ketua Pelaksana BPBD Sampang, Candra Romadhani Amin, jasad Khoiruddin ditemukan di lokasi sungai dekat titik awal ia dilaporkan hilang.

Baca Juga :  GKS Bantu Warga Berobat Ke RSUD dr Muhammad Zyn Sampang

Tim penyelamat dari Basarnas, BPBD Sampang, Polsek Pangarengan, Pos, Danramil, serta warga sekitar, melalui upaya keras dan ketekunan, berhasil menemukan korban setelah proses pencarian yang panjang dan melelahkan.

“Setelah melalui proses pencarian yang cukup panjang, korban ditemukan oleh personil SAR yang pada saat itu sedang melakukan penyisiran pada titik lokasi korban tenggelam berhasil ditemukan,” kata Candra, Selasa (26/03/2024).

Baca Juga :  Bupati Sumenep Imbau Masyarakat Tidak Keluar Kota Saat Nataru

Keberhasilan tim penyelamat dalam menemukan korban tidak bisa dianggap enteng. Operasi penyelamatan yang dilakukan dengan berbagai keterbatasan dan tantangan di lautan membawa sebuah pelajaran berharga.

Di antaranya tentang pentingnya keselamatan di laut dan perlunya dukungan terus-menerus dari pemerintah dan masyarakat.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban sekitar pukul 14:30 WIB, dan korban langsung dievakuasi ke rumah duka untuk dimakamkan.

Operasi SAR pun ditutup setelah korban ditemukan, dan semua tim kembali ke tugas masing-masing.

Baca Juga :  PLN UP3 Madura dan Kejari Pamekasan Tingkatkan Sinergi Penegakan Hukum Ketenagalistrikan

Kejadian ini bukan hanya sekadar sebuah tragedi, melainkan juga menjadi pengingat akan bahaya yang selalu mengintai di laut, tempat di mana para pekerja nelayan menjalani profesi mereka dengan penuh dedikasi dan keberanian.

Kesedihan yang menyelimuti keluarga korban menjadi sebuah refleksi atas perjuangan yang tak terhentikan di lautan, dan kebutuhan akan perlindungan yang lebih serius terhadap para pekerja laut yang menjalani profesi berisiko tinggi.***