Kemenag Sumenep Nilai Uji Coba PJJ Efektif, Bagaimana dengan PTM ?

  • Bagikan

SUMENEP, MaduraPost – Kebijakan menggelar Pertemuan Tatap Muka (PTM) bagi lembaga di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ternyata bisa digelar dengan cara terbatas.

Pembatasan dilakukan untuk menghindari kerumunan yang dapat memicu timbulnya penyebaran Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Sumenep, Zainurrosi. Menurutnya, PTM terbatas itu dapat digelar dengan memenuhi beberapa syarat.

Syarat yang harus dipenuhi bagi lembaga yang akan menggelar PTM terbatas adalah mendapat persetujuan dari beberapa pihak. Diantaranya, Satgas Covid-19 Sumenep, Kemenag, Komite Madrasah dan orang tua atau wali siswa.

BACA JUGA :  Akhir Tahun 2020, DPRD Sumenep Tetapkan Dua Raperda Sekaligus

“Sekarang sudah tidak dibatasi dengan zona untuk PTM. Kalau kemarin iya, kebijakan ini berlaku setelah turun SKB 4 menteri,” ungkapnya, saat dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya, Selasa (18/1).

“Di samping itu juga harus siap sarana dan prasarananya untuk protokol kesehatan secara ketat, seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan tentunya memakai masker,” tambahnya.

BACA JUGA :  Karang Taruna Parjhugeh Desa Karduluk Resmi Dilantik, Kades : Karang Taruna Harus Inovatif

Meski PTM bisa digelar dalam beberapa hari ke depan, kata dia, masih akan mengkaji ulang. Hingga saat ini, uji coba pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih tersisa beberapa hari dari target yang ditentukan sebelumnya.

“PJJ awalnya dimulai pada Senin tanggal 4 Januari 2021 serentak di Kabupaten Sumenep, itu nanti berlangsung selama 21 hari setelah diberlakukan,” paparnya.

BACA JUGA :  Start PPK Kalianget, Awal Kerja Datangi Forpimka Setempat

Dari hasil monitoring, Rosi menganggap, pelaksanaan PJJ dinilai efektif. Sebab, tidak ada kendala dalam proses pelaksanaannya.

“Insya Allah nanti PJJ ini akan berakhir tanggal 25, untuk tanggal 26 kami akan mengadakan rapat kembali dengan instansi terkait seperti dinas pendidikan bagaimana perkembangan PJJ atau malah akan melaksanakan PTM terbatas,” katanya.

“Saya kemarin coba datang ke Giligenting daerah kepulauan guna monitoring itu (PJJ,red). Hasilnya, ternyata benar-benar diterapkan,” imbuhnya. (Mp/al/rul)

  • Bagikan