Daerah  

Kasus Penganiyaan Terjadi di Wilayah Hukum Polsek Kangean, Ini Ceritanya

DIRAWAT. Kondisi DG saat dirawat di Puskesmas Arjasa dalam keadaan kondisi luka di bagian bahu sebelah kiri. (Kasubbag Humas Polres Sumenep)

SUMENEP, MaduraPost – Polsek Kangean di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ungkap kasus tidak pidana penganiyaan yang terjadi di Dusun Jembu, Desa Kolo-kolo, Kecamatan Arjasa. Rabu, 16 Maret 2022.

Kasus penganiyaan ini terjadi pada hari Sabtu (12/3/2022) kemarin sekitar pukul 16.00 WIB. Polisi menjelaskan kronologi kejadian berawal saat korban inisial DG (49), seorang petani tengah duduk di depan rumahnya.

Lalu datanglah anak kandung inisial AS (36) yang merupakan warga Dusun Jembu, yang tak lain adalah tetangga DG berniat mengambil pohon jambu milik DG yang berada disebelah rumahnya.

Saat itu anak AS membawa senjata tajam (Sajam) jenis parang untuk memotong pohon jambu tersebut. Di lokasi, DG mendatangi anak AS dalam rangka menegurnya.

BACA JUGA :  Satgas Covid-19 Karang Penang Bekerja sama dengan PKH Kecamatan Lakukan Sosialisasi Pencegahan Virus Corona

DG menegur anak AS untuk pohon jambu tersebut tidak diambilnya kembali. Mendengar larangan itu anak AS langsuy pulang ke rumahnya dan mengadu kepada ayahnya yakni AS.

Tidak lama kemudian AS datang kerumah DG dan langsung menebas pohon jambu miliknya, tanpa mengucap satu kata pun DG.

DG lalu kembali menegur AS mengapa pohon jambu itu masih saja ditebang. Dari sinilah terjadi cek cok mulut antara AS dan DG.

Hingga akhirnya seketika AS menodongkan parang yang dipegangnya itu ke arah perut DG. Namu DG masih bisa menghindar.

BACA JUGA :  Dinkes Sumenep Beri Penjelasan Perbedaan Vaksin Sinocav dan AstraZeneca

“Tapi AS malah memukul badan DG sebanyak enam kali, sehingga terkena pada bagian bahu dan lengan sebelah kiri,” kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengungkapkan dalam rilisnya, Rabu (16/3).

Pada peristiwa panas itu datanglah saudara ipar DG yang bernama SH (50) dan melerai pertikaian mereka berdua. SH langsung merampas parang milik AS.

Parang milik AS kemudian dibawa SH ke rumahnya untuk disimpan agar kejadian tersebut tidak berlanjut kembali.

“Tidak lama kemudian juga datang AM (35) tetangga DG, untuk membantu dirinya yang sudah dalam keadaan lemas,” kata Widiarti menjelaskan.

DG kemudian dibawa ke Puskesmas Arjasa oleh AM untuk dilakukan penangan medis. Sementara SH mencoba menenangkan AS yang masih tersulut emosi.

BACA JUGA :  Diterjang Banjir, Pelayanan Kesehatan di Dua Kecamatan Lumpuh

“Selanjutnya A melaporkan kejadian ini kepada Polsek Kangean,” kata Widiarti menerangkan.

Dalam laporan A, polisi kemudian mendatangi TKP dan langsung menyita barang bukti yang disimpan SH di rumahnya, yaitu berupa parang milik AS saat menganiaya DG.

“Parangnya berukuran lebih kurang 70 cm,” ujar Widiarti.

Atas perbuatannya tersebut, AS ditangkap polisi dan diterapkan pasal tindak pidana penganiayaan dengan cara membacok menggunakan sebilah Sajam jenis parang.

“Pasalnya yaitu 351 ayat (1) KUH Pidana. Saat ini pelaku diamankan di Polsek Kangean untuk penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Penulis: M. Hendra. EEditor: Amran Shalih