Scroll untuk baca artikel
Berita

Jamu Instan Berbahan Tanaman Obat Keluarga Jadi Program Unggulan Mahasiswa INSTIKA

Avatar
51
×

Jamu Instan Berbahan Tanaman Obat Keluarga Jadi Program Unggulan Mahasiswa INSTIKA

Sebarkan artikel ini
PELATIHAN. Potret Mahasiswa KKN Integratif INSTIKA Posko 02 di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, saat menggelar pelatihan tentang pembuatan jamu berbahan tanaman obat keluarga. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sukses membuat jamu tradisional dengan bahan tradisional yang dapat ditemui sehari-hari. Kamis, 14 September 2023.

Hal itu dibuktikan saat para mahasiswa ini menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kurniyati, salah seorang mahasiswi yang melangsungkan KKN Integratif INSTIKA Posko 02 di Desa Montok ini mengungkapkan pengalamannya.

Di mana, pelatihan pembuatan jamu instan berbahan tanaman obat keluarga itu menjadi salah satu terobosannya untuk nantinya dapat di pasarkan.

“Kegiatan tersebut merupakan program unggulan KKN Integratif INSTIKA Posko 02,” kata Kurniyati dalam keterangannya pada media ini, Kamis (14/9).

Baca Juga :  Promosi Wisata dan UMKM, Disbudporapar Sumenep Sebut Festival Paralayang Liga Jatim Seri 1 Akan Berlangsung Tahunan

Dia mengungkapkan, tim KKN Integratif INSTIKA Posko 02 juga melangsungkan sebuah pelatihan pembuatan jamu olahan rumahan.

Tujuannya, untuk meningkatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMD) Montok bisa mengelola produk jamu yang sudah mereka buat.

“Jadi setelah acara ini selesai, harapannya produk-produk ini terus dikembangkan, sehingga jamu yang kami buat bisa menjadi pendapatan permanen BUMDes setempat,” ucapnya.

Dia menjelaskan, produk-produk jamu tersebut nantinya bisa langsung dialihkan dan menjadi tanggungjawab BUMDes Montok.

“Turut serta dalam kegiatan tersebut ibu-ibu PKK, seluruh anggota KKN Posko 02, ibu kepala desa, duta digital dan koordinator tanaman obat keluarga,” kata dia menerangkan.

Sementara jamu yang dibuat tersebut ialah jenis jamu kunyit dan jahe.

Bahan-bahannya pun terdiri dari beragam komponen. Untuk jamu kunyit bahannya meliputi kunyit, daun talpak tanah, bluntas dan gula.

Baca Juga :  Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Begini Pesan Penting yang Disampaikan Arif Firmanto

Sedangkan untuk jamu jahe yaitu meliputi jahe, serai, gula, Laos dan kencur.

Cara membuatnya pun sangat mudah, yaitu semua bahan yang sudah tersedia dipotong kecil-kecil dan kemudian diblender sampai halus.

“Itu dicampur dengan daun bluntas dan talpak tanah. Lalu dikasih air secukupnya,” katanya memberikan resep olahan.

Lalu, setelah diblender langsung disaring dan diambil saripati-nya. Setelah selesai, saripati kemudian dimasak sampai mengeras.

“Baru setelah itu dihaluskan. Jangan lupa dikasih gula. Misal kunyitnya 1 kilo, berarti gulanya juga 1 kilo,” tuturnya.

Saat memasak, kondisi api hendaknya diatur sedang saja. Sebab, untuk menjaga saripati agar tidak menggumpal.

Baca Juga :  Disdik Sumenep Akui Banyak Guru yang Enggan Jadi Kepala Sekolah Karena Ini

Berikut sejumlah khasiat dari jamu instan berbahan tanaman obat keluarga yang diolah oleh mahasiswa KKN Integratif INSTIKA Posko 02.

Khasiat jamu kunyit:

– Meningkatkan daya tahan tubuh
– Mengobati radang
– Mengobati rasa mual
– Mengatasi perut yang kembung
– Mengurangi rasa sakit saat haid
– Mengobati metastasir kanker
– Mengobati alergi dan menangkal bakteri

Khasiat jamu jahe:

– Menurunkan glukosa darah dan kolesterol
– Anti penuaan
– Meredakan nyeri menstruasi
– Meredakan sakit otot
– Menangkal virus dan bakteri
– Menguatkan sistem imun tubuh
– Mengobati masalah pencernaan
– Mengurangi rasa mual

Itulah sepintas tentang produk mahasiswa KKN Integratif INSTIKA Posko 02 yang diklaim menjadi program unggulannya.***