SUMENEP, MaduraPost – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus menuai sorotan.
Setelah sebelumnya muncul dugaan penarikan iuran dari setiap dapur MBG, kini terungkap rincian penggunaan dana tersebut yang disebut-sebut mencapai Rp200 ribu per dapur.
Berdasarkan keterangan sumber yang mengetahui persoalan ini, dana Rp200 ribu itu disebut dibagi dalam dua peruntukan.
Sebesar Rp100 ribu disebut digunakan untuk meredam pemberitaan media yang bernada negatif, sementara Rp100 ribu lainnya dialokasikan untuk kebutuhan rapat koordinasi internal.
“Rp100 ribu untuk meredam teman-teman media, Rp100 ribu-nya lagi dipakai ketika ada rapat koordinasi,” ungkap sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Minggu (8/2) siang.
Sumber tersebut menegaskan, penarikan iuran itu disebut merupakan instruksi dari koordinator wilayah (Korwil).
Tujuannya, kata dia, sebagai bentuk sumbangan untuk mengantisipasi munculnya pemberitaan negatif terkait operasional dapur MBG.
“Tarikan iuran Rp200 ribu itu memang perintah dari Korwil. Intinya, uang sumbangan itu untuk meredam berita-berita negatif soal dapur MBG,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebijakan pengumpulan dana tersebut disebut merupakan inisiatif Korwil yang dibahas dalam forum terbatas.
Rapat itu, menurutnya, hanya diketahui oleh ketua kelompok atau koordinator dapur di tingkat kecamatan.
“Jadi Korwil ini mengambil langkah inisiatif untuk sumbangan. Itu rapatnya hanya ketua kelompok yang tahu atau koordinator kecamatan,” katanya.
Sumber ini juga menyebut, dana yang terkumpul akan digunakan sewaktu-waktu jika muncul persoalan terkait program MBG.
“Intinya kalau ada apa-apa, langsung ambil dari sumbangan itu,” tegasnya.
Ia menilai, masyarakat kini semakin kritis terhadap pelaksanaan program publik. Setiap temuan di lapangan, kata dia, berpotensi dilaporkan dan menjadi perhatian publik.
“Masyarakat saat ini sudah tidak bodoh lagi, intinya apapun yang menjadi temuan pasti dilaporkan,” tambahnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Koordinator Wilayah SPPG Sumenep, M. Kholilur Rahman, belum memberikan tanggapan atas berbagai informasi tersebut.
Berdasarkan kabar yang dihimpun di lapangan, yang bersangkutan disebut sedang beristirahat dan dalam masa pemulihan kesehatan setelah sebelumnya sakit.***






