close menu

Masuk


Tutup x

Begini Penjelasan Polisi soal Oknum Pungli Bansos di Sokobanah Daya Dilepas

Kapolsek Sokobanah Iptu Ivan Danara Oktavian Saat Ditemui di Ruangannya (Foto: istimewa)

Penulis: | Editor:

SAMPANG, MaduraPost – Polisi Sektor (Polsek) Sokobanah Diduga melepaskan oknum pelaku pungutan liar (pungli) Bantuan Sosial (Bansos) di Sokobanah Daya yang terjadi di Balai Desa setempat, Jumaat (25/11/2022).

Pada Jumaat (25/11/2022) polisi mengamankan salah seorang terduga yang mengambil keuntungan dengan pungli kepada salah seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan tarif yang bervariasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dan video yang beredar oknum tersebut merupakan keluarga dari salah seorang Kepala Dusun (Kasun) Desa Sokobanah Daya.

Tiga hari pasca pengamanan oknum olek Polsek tersebut kabar yang beredar dilapangan kalau oknum yang diamankan tersebut sudah dilepaskan oleh pihak kepolisian.

BACA JUGA :  Kasus PTSL Desa Bira Barat di Kejari Sampang Diduga Tenggelam Gara Gara Virus Corona

Media ini mencoba mengkonfirmasi langsung kebenaran kabar tersebut kepada Kapolsek Sokobanah Iptu Ivan Danara Oktavian.

Menurut Ivan sebelumnya Polisi membenarkan mengamankan seorang yang diduga pungli Bansos di Sokobanah Daya.

Hingga saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Namun pihaknya tidak menahan oknum tersebut karena tidak memenuhi unsur pidana.

Ada 4 unsur menurut Ivan yang pidana yang bisa menjeratnya. Di antaranya, memaksa orang lain, untuk memberikan suatu barang, menguntungkan diri sendiri, dan dengan ancaman kekerasan atau dengan kekerasan.

“Nah yang keempat ini tidak masuk dalam pasal podana karena tidak memaksa,” kata Ivan.

BACA JUGA :  R. Imron Amin DPR RI Salurkan Satu Ton Beras untuk Warga Bangkalan Terdampak Covid-19

Masih kata Ivan, sementara ini Polisi belum bisa menaikkan kasusnya menjadi penyidikan karena berdasarkan keterangan dari masyarkat belum masuk ke pasal 338.

“Kami pihak polsek hanya bisa sampai ke penyelidikan, kalau sudah lengkap berkasnya untuk penyidikan baru bisa dilimpahkan ke Polres, karena Polsek tidak bisa,” imbuhnya.

Meski begitu pihak kepolisian akan terus mendalami kasus tersebut dengan memintai keterangan dari berbagai pihak terkait. Karena menurut Ivan yang ia amankan adalah orang tua dari kepala dusun Panjelin (AS).

“Dari awal memang (S) ini saat menyebarkan undangan meminta uang kepada KPM namun statusnya kan bukan kasun, sedangkan kepala dusun atau perangkat desa ini anakanya. Namun kenapa bisa dia yang mengendalikan,” tanya Ivan heran.

BACA JUGA :  Gerak Nyata Kepala Desa Gunung Rancak Sampang Dalam Menangani Pandemi Covid-19

Polisi akan panggil Pj Kepala Desa Sokobanah Daya.

Hari ini Senin (28/11/2022) polisi menjadwalkan untuk memanggil Penjabat (Pj) Kepala Desa Sokobanah Daya Parhan. Menurut Polisi pemanggilan tersebut untuk dimintai keterangan terkait kasusu tersebut. Menurut Ivan saat proses penyaluran bansos tersebut Parhan selaku Pj tidak hadir.

“Hari ini jadwalnya Pj Kades kamu akan mintai keterangan selanjutnya nanti kasunnya. Untuk informasi laiinya nanti saya konfirmasi ke teman-teman media,” pungkasnya.