Ini Dua Identitas Korban Laka Maut di Sumenep Asli Warga Kecamatan Manding

  • Bagikan
LAKA LANTAS : Kondisi mobil ringsep dibagian depan, sementara sepeda motor hancur hingga setengah boddy. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Dua korban Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) di Jalan Raya Batuan-Lenteng, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (3/11/2021) sore jelang petang akhirnya ditemukan identitasnya.

Dua korban yang meninggal dunia di TKP itu yakni inisial A (55) dan satu lagi korban yang membonceng berinisial M (37), warga Desa Manding Daya, Kecamatan Manding. Kedua korban masih satu desa yang sama.

Dari informasi yang dihimpun media ini, A adalah Rais Surya Ranting NU Manding Daya. Pria yang diketahui seorang kiai ini juga menjadi tokoh agama di desa setempat.

BACA JUGA :  Bantuan Hibah Rukun Kematian di Sampang Digerojok Rp 428 Juta

Diberitakan sebelumnya, Laka maut yang terjadi di Jalan Raya Batuan-Lenteng itu tepat bersebelahan di sisi timur Pom Bensin atau SPBU Batuan.

Dari informasi yang dihimpun MaduraPost di lapangan, dua pengendara sepeda motor langsung meninggal dunia di TKP akibat kejadian nahas itu.

Dua korban ini mengalami benturan alias bertabrakan dengan mobil jenis Agya dengan Nomor Polisi (Nopol) DK 1489 AAT. Dimana, korban langsung tewas seketika. Hanya saja, identitas sopir mobil belum lagi diketahui identitasnya.

BACA JUGA :  Pembangunan Puskesmas Legung Rampung, Pemerintah Klaim Sesuai Aturan Kemenkes

Hasil keterangan warga di TKP, kecelakaan itu berawal dari mobil mobil jenis Agya melaju dari arah barat, hendak menyalip kendaraan dengan mengambil posisi kanan.

Saat bersamaan, dari arah yang berlawanan ada sepeda motor jenis Vino dengan Nopol M 4807 TK yang dikendarai korban sambil berboncengan dengan kecepatan tinggi melaju dari arat timur.

BACA JUGA :  Cuaca Ekstrim, Laut Sumenep Kandaskan KM. DJO Nomor 3

Kata warga, saat itulah tabrakan tak terhindarkan, di lokasi kecelakaan itu terjadi benturan antara sepeda motor dengan mobil.

Tidak ingin mengambil resiko besar, pasca kecelakaan, sopir mobil lasngung diamankan warga sebelum diserahkan ke polisi.

“Warga menjaga hal yang tak diinginkan. Makanya sopir langsung diamankan sebelum diserahkan ke polisi,” ucap Rahman, warga setempat, pada pewarta.

  • Bagikan