Hari Jadi Kota Sumenep, ASN Wajib Pakai Baju Ala Keraton

  • Bagikan
BANGUNAN : Kantor Disparbudpora Kabupaten Sumenep. (M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Digempur pandemi Covid-19 selama dua tahun, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tahun ini kembali belum menganggarkan semarak hari jadi kota berlambang kuda terbang tersebut.

Diketahui, hari jadi kota Sumenep jatuh pada tanggal 31 Oktober. Mengaca pada dua tahun sebelumnya, semarak hari jadi kota Sumenep biasanya diisi dengan berbagai pertunjukan kesenian hingga satu Minggu full menjelang perayaan.

Sayangnya, sebab masa pandemi melanda, perayaan hari jadi kota Sumenep tak lagi digelar. Tahun 2019 silam memperingati hari jadi kota Sumenep, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat menyongsong tema “Sumenep Rumah Kita”.

“Untuk hari jadi, kita tidak menganggarkan karena prediksi saat saya pelajari di bidang kebudayaan itu tidak ada anggaran untuk hari jadi,” kata sekretaris Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep, Imam Buchari, saat dihubungi melalui sambungan selularnya, Rabu (29/9).

BACA JUGA :  KH. Moh Tohir Zain; Kita Perlu Menjaga Tradisi, Tapi Bukan Tradisi Miskin

Dia menjelaskan, pandemi Covid-19 belum bisa diprediksi akan berakhir sampai kapan. Hanya saja, untuk menjaga beberapa kemungkinan yang tidak diinginkan, Pemkab setempat tidak menganggarkan perayaan hari jadi kota Sumenep.

“Kita tidak pernah menyangka perkembangan Covid-19 ini naik turun. Dua bulan lalu Covid-19 ini naik drastis di Sumenep, sekarang ini tiba-tiba sudah turun melandai,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Imam, Disparbudpora Sumenep ingin melaunching Visit Sumenep 2022 yang anggarannya melalui PAK. Sialnya, penyebaran Covid-19 kembali membludak pada bulan Juli 2021 lalu.

“Ya nggak dilaksanakan. Karena kita tidak nyangka Covid-19 bisa selama ini. Kalaupun kita memaksakan takut tidak terpakai anggarannya,” tuturnya.

BACA JUGA :  Abdus Salam Nahkodai PWS Periode 2021-2023

Menurutnya, sampai saat ini memang sering muncul ide-ide untuk membuat acara semarak hari jadi kota Sumenep yang anggarannya non APBD. Misalnya sajamembuat lomba foto yang tidak mengundang kerumunan. Namun hal itu masih menjadi wacana.

“Tahun kemarin kita tidak mengadakan acara apapun, meski sempat kita konsep untuk penampilan seni secara daring. Namun kemudian, setelah dipelajari terutama terkait internet yang kurang memadai akhirnya tidak dilaksanakan,” ungkapnya.

Imam juga belum bisa memastikan terkait tema dan logo hari jadi kota Sumenep tahun 2021 ini. Sebab, pengajuan konsep masih ada pada Bupati Sumenep.

BACA JUGA :  Kasus Gedung Dinkes Sumenep, Polisi dan Kejari Saling Lempar Petunjuk

“Tema itu melekat di logo. Yang sekarang kita mengajukan tiga alternatif, tingga keputusan Bupati mau pilih yang mana, atau punya lain tidak apa-apa. Kalau nanti Bupati nentukan, baru bisa kita sampaikan,” ucapnya.

Meski tak ada perayaan di hari jadi kota Sumenep tahun ini, dia memastikan bahwa seluruh ASN akan memakai baju adat alias baju daerah keraton Sumenep selama beberapa hari.

“Sementara tahun ini, karena kemarin pandemi puncaknya dua bulan yang lalu, maka kita tidak mengagendakan apa-apa untuk tahun ini. Tapi nanti tetap selama dua hari seluruh ASN akan pakai seragam keraton. Itu akan kami usulkan ke pimpinan. Keputusan akhirnya disana, kami hanya mengkonsep,” tandasnya.

  • Bagikan