Gunakan Anjing Pelacak, Korban Terseret Arus Sungai Belum Ada Tanda-tanda Ditemukan

Avatar
PENCARIAN KORBAN : Polisi dibantu anjing pelacak saat melakukan penyisiran sungai korban hilang terseret arus sungai. (Kasubbag Humas Polres Sumenep)

SUMENEP, MaduraPost – Giat pencarian korban hanyut di sungai perbatasan Desa Kebundadap Barat dengan Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih terus dilakukan pencarian. Selasa, 29 Maret 2022.

Dalam pencarian petugas kepolisian melibatkan Unit Satwa (K9) Polda Jatim atau anjing pelacak. Hingga hari ini sudah masuk 10 hari pencarian korban namun belum membuahkan hasil.

Korban bernama Fidya Talitatus Shofiyah (8), warga Dusun Panggulan, RT 005/ RW 002, Desa Kebundadap Timur terseret aliran air sungai pada Sabtu (19/3/2022) lalu.

BACA JUGA :  Niat Gali Sumur, Dua Warga Sumenep Tewas Kehabisan Oksigen

“Kami sudah menerjunkan Unit Satwa (K9) Polda Jatim sebanyak 4 orang,” kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengungkapkan, Selasa (29/3).

Adapun pelaksanaan pencarian oleh Unit Satwa (K9) Polda Jatim yakni pelacakan menelusuri titik pertama kejadian atau di hulu sungai batas desa.

Kemudian menyisir sepanjang sungai sampai dengan hilir Sungai BATAS Desa Kebundadap Barat dengan Desa Kebundadap Timur.

BACA JUGA :  Kecelakaan di Karduluk-Sumenep, 1 Bocah Meninggal Dunia

“Kami sudah menyusuri dermaga atau anjungan perahu rakyat dekat, belakang Asta Nyadar yang terhubung dengan muara sungai Saroka (Sungai Besar,” kata Widiarti menerangkan.

Diketahui, panjang sungai yang dilakukan pelacakan penyisiran berjarak kurang lebih 900 Meter. Petugas juga melakukan pencarian berdasarkan dugaan atau kecurigaan masyarakat.

“Dimungkinkan korban diperkirakan tidak sampai hanyut ke laut, namun masih berada disepanjang aliran sungai tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA :  Launching Program Rehabilitasi Medis Adiksi Narkoba di Lapas Kelas II A Pamekasan

Di lokasi sungai, masih banyak tumpukkan sampah bercampur lumpur. Petugas melakukan penggalian secara manual dibantu masyarakat saat anjing pelacak menunjukkan penciuman dan mengali tumpukan lumpur.

“Namun korban belum ditemukan dan dimungkinkan bau yang duendus adalah bau samaran,” pungkasnya.