Garis Polisi Dirusak, Kafe Kontroversial di Saronggi Dibuka Kembali Oleh Polisi

  • Bagikan

SUMENEP, MaduraPost – Sempat ditutup dan diberi garis polisi (Police line) beberapa bulan lalu, kini Kafe dengan nama ‘Apoeng Ketha’ yang berlokasi di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tersebut dibuka kembali.

Kafe yang sempat kontroversial itu tak lagi disegel polisi alias sudah bisa beroperasi. Jika sebelumnya sempat terseret kasus ketersediaan minuman keras (Miras), ruangan karaoke (Room) mesum, dan diduga menjadi tempat pesta narkoba, kini Kafe tersebut telah mengubah namanya menjadi ‘Openg Resto’. Alih-alih berpendapat, Kafe tersebut diklaim telah mengurus surat izin usaha.

BACA JUGA :  PERGUNU Sumenep Usul Guru Swasta Mendapatkan Bansos Covid-19

Hasil pengakuan polisi di lokasi, Sabtu (16/1/2021) kemarin, pemilik Kafe ‘Apoeng Ketha’ terdiri dari dua orang. Pertama, nama pemilik adalah Hamsuri, sebelum akhirnya dialihkan alias digadaikan kepada Kepala Desa (Kades) Bluto, Kecamatan Bluto, atas nama Warid.

Kini, polisi resmi membuka Kafe itu setelah mendapat persetujuan Kapolres Sumenep, AKBP Darman. Kebenaran ini disampaikan Kabag Ops Polres Sumenep, Kompol Achmad Robial, saat datang ke lokasi untuk membuka police line yang telah terpampang beberapa bulan lalu.

Robi sapaan akrabnya ini mengaku, jika dibukanya kembali Kafe tersebut harus memenuhi beberapa syarat. Seperti misalnya tidak ada lagi room melainkan hanya ada rumah makan dan tempat wisata sungai.

BACA JUGA :  Laka Lantas Beruntun, Dua Truk dan Satu Sepeda Motor Ringsep

“Landasan dibuka kembali, karena ada surat permohonan dari pengelola Kafe yang disetujui oleh Kapolres,” ungkapnya pada sejumlah media, Minggu (17/1).

Robi menegaskan, jika kemudian hari ditemukan kembali Kafe tersebut menyediakan Miras dan room, tempat mesum, pesta narkoba, dan meresahkan masyarakat, maka akan ditutup secara permanen alias pencabutan izin usaha.

“Tidak akan ada lagi yang namanya room. Kafe ini akan direnovasi semua, dan akan menjadi tempat terbuka. Hanya tempat makan saja,” tegasnya.

BACA JUGA :  Bawaslu Sumenep Ajukan Tambahan Anggaran 2 Miliar

Sekedar informasi, hingga saat ini polisi belum bisa mengungkap pelaku pengrusakan police line di Kafe tersebut. Diketahui, pemasangan police line oleh penegak hukum sempat dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Bahkan, diduga dibuka kembali tanpa izin dan dijadikan tempat dugem. Sampai saat ini polisi mengaku masih mengejar pelaku. Robial menjelaskan, kasus pengrusakan police line dalam tahapan lidik.

“Berkaitan dengan perusakan itu, tetap kami proses sampai tuntas,” dalihnya. (Mp/al/kk)

  • Bagikan