PAMEKASAN, MaduraPost – Eks Anggota DPRD Pamekasan, Hariyanto Waluyo, mulai menapaki jalur baru di dunia bisnis. Kali ini, ia menjajal sektor pertambangan batu kapur di desanya sendiri, Desa Batokerbuy, Kecamatan Pasean, Pantura.
Dalam upaya memantapkan langkah bisnis tersebut, Hariyanto menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat dan stakeholder terkait.
Pertemuan itu digelar pada Rabu (18/6) dengan tujuan meminta dukungan dan restu terhadap bisnis tambang kapur yang diklaim memiliki potensi besar di kawasan tersebut.
“Tujuan kami mengumpulkan para tokoh dan stakeholder adalah untuk mengajak bersama-sama mendorong dan mendukung jalan bisnis ini agar memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” kata dia.
Hariyanto yang juga mantan Kepala Desa Batokerbuy ini menegaskan bahwa usaha tambang kapur yang digagasnya legal dan memiliki dasar perizinan yang kuat.
Ia juga menepis anggapan bahwa usaha ini tergolong dalam kategori galian C yang kerap menimbulkan polemik.
“Ini berbeda dengan galian C. Ini tambang kapur, dan bisa jadi satu-satunya tambang resmi di Pulau Madura,” ungkapnya.
Menariknya, meski baru dirintis, hasil tambang kapur dari Desa Batokerbuy telah dikirim ke luar daerah, bahkan menjadi langganan sejumlah perusahaan di wilayah Bali.
Lebih lanjut, Hariyanto menyebut bahwa keberhasilan usaha ini tidak dapat diraih secara individu.
Ia menyatakan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dukungan pemerintah, khususnya pihak yang mengelola Pelabuhan Pasean sebagai jalur distribusi utama.
“Keberadaan pelabuhan di Pasean sangat strategis dan sejalan dengan visi pengembangan bisnis serta harapan warga sekitar,” tambahnya.
Saat ini, tambang kapur tersebut dikelola oleh PT. Surya Delta Kapurindo dengan cakupan lahan seluas 21 hektar.
Perusahaan itu dipimpin oleh Rudy Eka Candra selaku direktur, dan ke depan direncanakan akan memperluas area operasional seiring meningkatnya permintaan pasar.***






