DPMD Sumenep Luncurkan Aplikasi Digdaya, Bupati : Percepat Pelayanan Desa

  • Bagikan
LUGAS : Kepala DPMD Sumenep, Moh. Ramli, saat mendampingi Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, di sosialisasi aplikasi Digdaya Kabupaten Sumenep, secara virtual. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terus berinovasi meningkatkan kualitas pengelolaan data desa, yakni dengan mengembangkan aplikasi sistem informasi desa, Data Integrasi Desa Berdaya (Digdaya).

Nantinya, melalui aplikasi Digdaya itu bisa mempercepat pengelolaan data desa, seperti data kependudukan, sarana prasarana, anggaran desa sehingga pelaksanaanya bisa dilakukan dengan cepat dan akurat.

Kepala DPMD Sumenep, Moh. Ramli mengungkapkan, bahwa aplikasi Digdaya itu sebagai salah satu bentuk dukungan untuk mewujudkan program smart city and smart village (kota pintar dan desa cerdas) Kabupaten Sumenep.

BACA JUGA :  Tim Relawan Puan Maharani Pamekasan Bagikan Nasi Kotak Untuk Warga Terdampak Covid-19

“Kami ingin dengan adanya Digdaya ini hasil yang dicapai, di antaranya mempercepat pelayanan desa, pemanfaatan dana desa serta transparansi pemerintahan desa,” kata dia, Sabtu (9/10).

Menurutnya, ke depan ketersediaan data yang lengkap sangat penting untuk membantu pemerintah dalam membuat kebijakan yang tepat sasaran dan mendistribusikan pelayanan dengan baik.

Terlebih lagi, berbagai daerah berlomba-lomba memanfaatkan data menggunakan skema big data untuk mendukung perencanaan pembangunan, mulai dari perencanaan pelayanan publik hingga akses terhadap pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menerangkan, dengan adanya sistem aplikasi Digdaya bisa mempercepat pelayanan desa, sebab selama ini pelayanan administrasinya konvensional sangat menyita waktu, sehingga aplikasi itu sebagai Sistem Informasi Desa (SID) guna membantu mempercepat waktu pelayanan desa, termasuk produk dokumen.

BACA JUGA :  Kades Blu'uran, H.Faruq Cairkan BLT-DD Kepada Warga Miskin Terdampak Covid-19

“Jadi, ketersediaan data desa di profil desa juga memudahkan Pemdes dalam perencanaan dan penganggaran dalam bentuk metode perencanaan partisipatif, analisis masalah dan potensi desa, yang berdampak pada penyusunan anggaran dan belanja desa,” kata Bupati Fauzi, pada Sosialisasi aplikasi Digdaya Kabupaten Sumenep, secara virtual di ruang kerjanya, Jumat (8/10/2021) kemarin.

Pihaknya meminta, agar sistem informasi ini jangan hanya berkutat pada input data, namun harus dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas penganggaran dan serapan Dana Desa (DD).

BACA JUGA :  FPI dan DPRD Sepakat, Izin Toko Modern di Bangkalan Tidak Akan Diperpanjang

Bupati berharap, Digdaya ini jangan berhenti pada kegiatan sosialisasi, namun ada tindak lanjut sebagai sebuah kebutuhan sistem yang diarahkan untuk mempermudah kerja pemerintahan desa.

“Agar dananya lebih tepat sasaran dengan adanya data yang tersedia. Jangan sampai aparatur Pemerintah Desa (Pemdes) setelah pembuatan sistem ini, seakan-akan pekerjaan sudah selesai, padahal sistem dibangun untuk mempermudah kerja selanjutnya,” tandasnya.

Sosialisasi secara virtual itu diikuti oleh seluruh camat, 330 kepala desa, calon operator desa se-Kabupaten Sumenep.

  • Bagikan