Scroll untuk baca artikel
Berita

Disbudporapar Sumenep Gelar Pelatihan Angkringan untuk Santri, Ini Tujuannya

Avatar
51
×

Disbudporapar Sumenep Gelar Pelatihan Angkringan untuk Santri, Ini Tujuannya

Sebarkan artikel ini
PELATIHAN. Potret Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan (tengah) saat membuka acara pelatihan angkringan sebagai bagian dari program Wirausaha Santri di Pondok Pesantren Darul Ulum, Kecamatan Rubaru. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyelenggarakan pelatihan angkringan sebagai bagian dari program Wirausaha Santri untuk meningkatkan kreativitas berwirausaha di kalangan santri.

Kegiatan yang berlangsung Kamis, 8 Agustus 2024 pagi itu dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Ulum, Kecamatan Rubaru, dengan sesi praktik di Mutiara Cafe, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, selama dua hari, dari tanggal 8 hingga 9 Agustus 2024.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan menjelaskan, bahwa pelatihan kali ini memiliki pendekatan yang berbeda, ditujukan untuk santri muda dari Generasi Z yang suka nongkrong.

Baca Juga :  Dinsos P3A Sumenep Salurkan Bantuan Sosial Untuk Lanjut Usia, Disabilitas dan Beasiswa Kurang Mampu

“Kegiatan pelatihan kali ini berbeda, karena pesertanya dari santri muda kekinian atau Generasi Z yang senang nongkrong atau kongkow,” ujar Iksan dalam keterangannya, Kamis (8/8).

Iksan menerangkan, bahwa tujuan pelatihan tersebut untuk mengasah kemampuan diskusi dan kepemimpinan melalui kegiatan di angkringan yang menjadi bagian dari kebiasaan Generasi Z.

Selain itu pelatihan ini dapat meningkatkan kreativitas berwirausaha para santri milenial.

Baca Juga :  BPRS Bhakti Sumekar Sesuaikan Jam Operasional Selama Ramadan 2025

“Harapan kita, setelah selesai para peserta pelatihan ini bisa mengembangkan usahanya, utamanya adalah usaha di bidang pariwisata yaitu angkringan,” kata Iksan.

Terpisah, Achmad Faiq Hasan, salah satu peserta pelatihan, menyatakan antusiasmenya terhadap pelatihan ini.

Ia mengapresiasi dukungan dari penyelenggara yang memberikan fasilitas lengkap untuk berwirausaha.

“Kami sangat antusias, karena peserta mendapatkan fasilitas berupa satu gerobak dan semua fasilitas untuk berwirausaha bagi setiap kelompok dari Disbudporapar,” ungkap Hasan.

Baca Juga :  Jamu Instan Berbahan Tanaman Obat Keluarga Jadi Program Unggulan Mahasiswa INSTIKA

Hasan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendorong perekonomian masyarakat dan memfasilitasi santri dalam mengembangkan kreativitas mereka di bidang wirausaha.

“Harapannya semoga ini bisa mendukung wirausaha santri, agar santri itu bisa memaksimalkan kreativitas dengan memanfaatkan fasilitas dari Disbudporapar untuk membuka angkringan,” pungkasnya.***