Scroll untuk baca artikel
DaerahPemerintahan

Dikepung Banjir, Pejabat Madura Raih Penghargaan Daerah

Avatar
31
×

Dikepung Banjir, Pejabat Madura Raih Penghargaan Daerah

Sebarkan artikel ini

MADURA, MaduraPost – Dua pejabat kepala daerah di Pulau Madura, Jawa Timur, meraih penghargaan Innovative Government Award (IGA). Mereka adalah Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Bupati Sampang Slamet Junaidi.

Keceriaan dua Bupati baru yang meraih penghargaan daerah di Jakarta tersebut saat memegang piagam, ternyata tidak dapat melunasi petaka bencana banjir yang tengah melanda daerahnya.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Bahkan masyarakat meminta agar program penanggulangan bencana untuk segera direalisasikan dan tidak sibuk cari panggung.

Baca Juga :  Ra Baqir Kunjungi dan Bantu Korban Kebakaran di Pamekasan

Aktivis Pemuda dan Mahasiswa Iam Kholil mengatakan, prestasi kepala daerah dalam membangun daerah penting diketahui publik. Tapi kinerja dalam memberikan wujud nyata yang sepadan jauh lebih penting dari prestasi tersebut.

“Penghargaan itu perlu disambut. Tapi tolong, kalau Bapak Bupati sudah didaerahnya, banjir itu carikan cara agar tidak menggenang meluap ke permukaan,” kata Iam Kholil kepada MaduraPost, Sabtu (19/12/2020).

Baca Juga :  Slamet Junaidi Singgung Perusak Fasum Bukan Orang Sampang, Netizen: “Perusak Demokrasi Orang Bogor”

Meski demikian, Iam menyarankan mestinya saat mendapatkan penghargaan, para Bupati Madura curhat kepada Menteri Dalam Negeri tentang kondisi sebenarnya di daerah saat musim hujan.

“Iya tidak usah gengsi karena sering banjir misalkan. Ini kan ujung-ujungnya demi kepentingan rakyat. Ke Pemerintah pusat minta solusi apa programnya yang pas untuk menanggulangi banjir di daerah,” pintanya.

Baca Juga :  Kejari Belum Terima Laporan Penyimpangan Program ADK 2019, DPRD Sampang Cuek

Sebelumnya, dua foto pejabat Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Bupati Sampang Slamet Junaidi viral di jagat media sosial seperti WhatsApp. Di grup WhatsApp mereka memamerkan penghargaan yang tengah diraihnya.

Padahal di balik semua itu, banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus mereka selesai. Salah satunya adalah masalah banjir.

(mp/fat/ron/rus)