Digitalisasi Kampus UICI Didesain Untuk Kebangkitan Peradaban

  • Bagikan
Mantan Pengurus Muhammadiyah saat melakukan kunjungan ke Universitas Insan Cita Indonesia (UICI).

NASIONAL, MaduraPost – Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan digitalisasi tidak bisa dihindari. Sebab ia harus didesain untuk kebangkitan peradaban. Hal tersebut disampaikan Din saat melakukan kunjungan ke Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) Rabu (29/12).

“Digitalisasi ini tidak bisa dihindari. Digitalisasi harus didesain untuk kemajuan peradaban. Makanya apa yang dilakukan oleh UICI ini sudah cukup tepat. UICI menjadi jawaban untuk kebangkitan peradaban,” kata Din Syamsuddin.

BACA JUGA :  Sinta Nuriyah Wahid: Jilbab Tak Wajib Bagi Perempuan Muslim

Dalam kunjungan tersebut, Din disambut oleh Rektor UICI Prof Laode Masihu Kamaludin, Wakil Rektor I Dr Eng Jaswar Koto, Wakil Rektor II Lely Pelitasari Soebekti SP, ME, dan Wakil Rektor III Prof Achmad Syahid.

Hadir juga anggota Majelis Pendidikan Tinggi Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MPT KAHMI) Ir Subandrio dan Prof Siti Zuhro.

Menurutnya kehadiran UICI ini disebut inline dengan Islam. Sebab UICI telah mengimplementasikan wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad Saw, yakni perintah iqra atau membaca.

BACA JUGA :  Bea Cukai Madura Lempar Tanggung Jawab Ke Pemkab Terkait Pembinaan Pengusaha Rokok

“Mencerdaskan itu enlightenment. Mencerdaskan itu juga harus mencerahkan,” lanjutnya.

Din mengapresiasi kehadiran UICI yang mengusung brand kampus digital. Baginya, UICI tidak hanya menjadikan digital sebagai tools, tetapi telah menjadikan digital sebagai mindset.

“Oleh karena itu, kalau boleh saya mengusulkan agar UICI mendesain kurikulum yang unik, kurikulum yang khas, sehingga benar-benar UICI ini menjadi jawaban kebangkitan peradaban,” imbuhnya.

Sementara itu Rektor UICI Prof Laode Masihu Kamaludin menyampaikan UICI merupakan kampus digital pertama di Indonesia dan kelima di dunia.

BACA JUGA :  Muhammadiyah Keluarkan Ma'lumat, 1 Romadhan Jatuh Pada Tanggal 24 April 2020

Proses pembelajaran di UICI bisa diakses dari mana saja, sehingga sangat sesuai dengan kondisi geografis di Indonesia yang terdiri dari banyak pulau.

“Karena di UICI proses pembelajarannya full digital sehingga bisa diakses dari mana saja dan kapan saja. Tidak ada kelas dan dosen. Mahasiswa nanti belajar dengan mesin,” jelasnya.

  • Bagikan