Dicurigai Dukun Santet, Warga Sumenep Dibunuh

  • Bagikan
PEMBUNUHAN. Polisi saat lakukan olah TKP dibunuhnya Bunabi di sebuah tanah tegalan. (Kasubbag Humas Polres Sumenep)

SUMENEP, MaduraPost – Seorang petani asal Dusun Karpote, RT 004/ RW 004, Desa Kalinganyar, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dibunuh tiga orang pria yang masih satu kepulauan.

Dia adalah Bunabi (69), yang dicurigai sebagai dukun santet di desanya. Bunabi (korban) dibunuh oleh Ahwan (45), warga Dusun Kajisara, RT 009/ RW 005, Desa Torjek.

Dua pembunuh lainnya yakni Mansur (32), warga Dusun Apal RT 007/ RW 002, Desa Angkatan, serta Jailani. Kasus pembunuhan berencana tersebut di ungkap Kepolisian Sektor (Polsek) Kangean.

BACA JUGA :  Uang Rp 13 Juta Raib, Rumah Warga di Sumenep Dibobol Maling

Kronologi pembunuhan itu berawal pada hari Minggu, 16 Mei 2021 sekitar pukul 17.15 WIB kemarin, korban sudah ditemukan tergeletak oleh warga setempat dengan kondisi tak bernyawa di sebuah tegalan miliknya sendiri.

Saat polisi melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, Ahwan dan Mansur ditetapkan terlebih dahulu sebagai pelaku pembunuhan itu. Sementara Jailani masih dalam proses kejaran polisi.

“Setelah melakukan interograsi pada Ahwan dan Mansur, mereka mengakui jika telah melakukan pembunuhan terhadap Bunabi. Sementara Jailani belum tertangkap (proses penyelidikan),” ungkap Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti dalam rilisnya, Selasa (18/5).

BACA JUGA :  16 Parpol Ikuti Deklarasi Damai Pilkada 2020, Ini Kata Wabup Sumenep

Pada polisi keduanya mengaku membunuh korban dengan cara memukul menggunakan potongan bambu dan kayu sebanyak dua kali mengenai leher kanan dan lengan kiri.

Pembunuhan berencana itu, mulanya Mansur memukul menggunakan potongan kayu sebanyak dua kali mengenai kepala belakang korban. Dilanjutkan oleh Jailani yang memukul menggunakan potongan bambu pada bagian wajah.

“Latar belakang terjadinya tindak pidana pembunuhan tersebut diduga karena korban memiliki ilmu hitam atau santet,” terangnya.

Dalam kejadian itu, polisi mengumpulkan barang bukti (BB) berupa pakaian milik korban, dua buah potongan bambu dan kayu milik pelaku. Atas kasus tersebut, palaku ditetapkan sebagai tersangka.

BACA JUGA :  Keluarga Korban Pembunuhan Balita 4 Tahun di Sumenep Sebut Ada Banyak Kejanggalan Atas Pengakuan Tersangka

Kemudian keduanya diterapkan tindak pidana dengan sengaja menghilangkan nyawa seseorang atau kekerasan, yang dilakukan secara bersama-sama atau penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian, atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang.

Dengan pasal 338 kitab undang-undang hukum (KUH) Pidana Subs. Pasal 170 KUH Pidana Subs. Pasal 354 ayat (2) KUH Pidana Subs. Pasal 351 ayat (3) KUH Pidana.

  • Bagikan