Deportasi UAS Dari Singapura Mendapat Kecaman Keras Politisi PAN

Avatar
Slamet Ariyadi Anggota DPR RI Fraksi PAN sekaligus Sekjen BM PAN.

NASIONAL, MaduraPost – Pemulangan paksa Ustadz Abdul Samad (UAS) yang dilakukan pemerintah Singapura mengundang reaksi keras sejumlah kalangan di tanah air.

Reaksi keras terhadap sikap pemerintah Singapura juga disampaikan oleh Slamet Ariyadi selaku anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Politisi asal Madura tersebut sangat menyesalkan dan mengecam keras pendeportasian Ustadz Abdul Somad (UAS) oleh pemerintah Singapura.

Menurut Slamet mestinya Otoritas Imigrasi dan Pemeriksaan (ICA) harus mengungkap alasan larangan masuk kepada UAS agar hal tersebut tidak menjadi bola liar yang memancing kemarahan umat.

Lebih lanjut Slamet mengatakan bahwa Ustadz Abdul Somad merupakan salah satu ulama yang sangat dihormati baik di Indonesia, Malaysia, brunay dan diberbagai negara lainnya.

BACA JUGA :  Pengacara yang Ancam Pidanakan Empat Media Online Mengaku Khilaf dan Minta Maaf

“Beliau seorang da’i kondang yang krismatik, beliau pernah menjadi anggota MUI Provinsi Riau (2009-2014) Anggota Badan Amil Zakat Provinsi Riau (2009-2014) Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama Provinsi Riau (2009-2014).,” Kata Slamet. Selasa (17/05/2022).

Selain itu, Slamet meminta Pemerintah Indonesia melalui Duta Besar RI di Singapura untuk memberikan keterangan resmi terkait deportasi Ustadz Abdul Samad kepada masyarakat Indonesia.

“Oleh karena itu, saya mendesak dubes Singapura di Jakarta untuk memberikan penjelasan kepada publik dan menteri luar negeri (Menlu) harus menyelesaikan masalah ini agar tidak semakin rumet. Sebab, menjaga hubungan baik dan perdamaian antar negara itu sangat signifikan-fundamental untuk negara kita tercinta,” Jelas Slamet yang juga sebagai Sekjen BM PAN.

BACA JUGA :  Ribuan Masyarakat Peduli Demokrasi Lakukan Aksi Damai Ke Kantor KPU Pamekasan

Menurut Dubes RI untuk Singapura, Suryo pratomo, Otoritas Imigrasi dan Pemeriksaan (ICA) Singapura menetapkan not to land (NTL) kepada UAS karena tidak memenuhi kriteria untuk eligible berkunjung ke Singapura.

Sayangnya, ICA tidak mengungkap alasan larangan masuk kepada UAS. Dari keterangan ICA, Suryo memastikan UAS bukan dideportasi melainkan tak diizinkan masuk.

“ICA tidak mau menjelaskan kriteria yang mereka tetapkan. ICA juga tidak mau menjelaskan apakah UAS masuk blacklist mereka atau tidak. NTL umum dilakukan Imigrasi setiap negara. Untuk lebih jelas lebih baik hubungi Kedubes Singapura di Jakarta karena kewenangan itu sepenuhnya ada di Pemerintah Singapura,” papar Suryo.

BACA JUGA :  Dinkes Sampang Instruksikan 22 Puskesmas Bantu Sosialisasi  Pencegahan Virus Corona

Menyikapi hal tersebut, Kementerian Dalam Negeri Singapura akhirnya buka suara soal Ustadz Abdul Somad (UAS) ditolak masuk ke negaranya. Hal tersebut karena Singapura mengganggap sosok UAS menyebarkan ajaran ekstremis. Rabu (18/05/2022).

Pemerintah Singapura mencontohkan ceramah UAS yang kerap menimbulkan segregesi. Semisal UAS telah mengatakan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi syahid.

Selain itu, Kemendagri Singapura menyontohkan bahwa UAS telah membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal “jin (roh/setan) kafir.” Selain itu, Somad secara terbuka menyebut non-Muslim sebagai kafir.