Scroll untuk baca artikel
Daerah

Dari Pelosok Saronggi, Kusriyanto Buktikan Agen BRILink Jadi Urat Nadi Ekonomi Desa

Avatar
151
×

Dari Pelosok Saronggi, Kusriyanto Buktikan Agen BRILink Jadi Urat Nadi Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
MELAYANI. Seorang pelanggan bertransaksi di Toko SRC Sabira, Agen BRILink milik Kusriyanto di Desa Talang, Kecamatan Saronggi, Sumenep. (M.Hendra.E/MaduraPost)
MELAYANI. Seorang pelanggan bertransaksi di Toko SRC Sabira, Agen BRILink milik Kusriyanto di Desa Talang, Kecamatan Saronggi, Sumenep. (M.Hendra.E/MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Di tengah keterbatasan akses perbankan di wilayah pedesaan, keberadaan Agen BRILink menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

Salah satunya di Desa Talang, Dusun Baratan, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Di mana, Kusriyanto (40), menjadi pelopor layanan keuangan digital lewat kemitraannya dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Pemilik toko grosir SRC Sabira itu telah menjadi mitra Agen BRILink sejak 2019. Namun, jauh sebelum itu, usahanya sudah berdiri sejak 2015.

Baca Juga :  Debu Dampak El Nino Ganggu Kesehatan, Dinkes Pamekasan Beri Saran Pakai Masker

Ia memulai bisnis bersama sang istri dengan menjual berbagai kebutuhan pokok, mulai dari bahan sembako, bahan kue, hingga perlengkapan dapur dan kebutuhan bayi.

“Adanya BRILink ini sangat membantu, karena di Saronggi sendiri tidak ada ATM BRI,” ujar Kusriyanto, ditemui di tokonya yang berada di pelosok desa, Senin (13/10) petang.

Kini, Kusriyanto mengoperasikan dua mesin EDC, satu manual dan satu berlayar sentuh, untuk melayani transaksi masyarakat di sekitar.

Baca Juga :  Timbulkan Bau Busuk, Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di Desa Bira Tengah

Selain itu, ia juga telah mempekerjakan sejumlah karyawan untuk membantu operasional toko yang buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 22.00 WIB.

Keberadaan layanan BRILink di tokonya membuat warga setempat tak perlu jauh-jauh ke kota untuk sekadar menarik tunai, transfer, atau melakukan transaksi perbankan lain.

“Semoga ke depan pelayanan BRI semakin bagus dan semakin membantu rakyat di sini,” harapnya.

Baca Juga :  Sembako Gratis Dari Dinas Kesehatan Sumenep Ditengah Pandemi Covid-19

Kisah Kusriyanto menjadi potret bagaimana kolaborasi antara pelaku usaha mikro dan layanan keuangan digital mampu menggerakkan ekonomi dari tingkat desa, sekaligus memperkuat inklusi keuangan di daerah terpencil seperti Saronggi.***