Scroll untuk baca artikel
Daerah

BPRS Bhakti Sumekar Dorong Semangat Kemerdekaan untuk Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Avatar
97
×

BPRS Bhakti Sumekar Dorong Semangat Kemerdekaan untuk Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
MEMIMPIN. Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, memimpin upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di halaman Kantor Pusat BPRS Bhakti Sumekar, Sumenep, Minggu (17/8/2025). (Istimewa for MaduraPost)
MEMIMPIN. Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, memimpin upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di halaman Kantor Pusat BPRS Bhakti Sumekar, Sumenep, Minggu (17/8/2025). (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2025 menjadi momentum refleksi bagi BPRS Bhakti Sumekar.

Melalui perayaan ini, bank daerah milik Pemkab Sumenep tersebut mengajak masyarakat untuk meneguhkan semangat gotong royong, kemandirian, serta optimisme dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, menekankan bahwa arti kemerdekaan tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan.

Menurutnya, peringatan hari bersejarah ini harus menjadi energi baru untuk berkarya nyata dalam pembangunan bangsa.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah hadiah semata, melainkan hasil dari perjuangan panjang dan pengorbanan luar biasa para pahlawan,” tegasnya, usai menghadiri upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di halaman Kantor Pusat BPRS Bhakti Sumekar, Minggu (17/8).

Baca Juga :  Warga Desa Tobai Barat Antusias Ikuti Perekaman e-KTP Gratis

Ia menambahkan, generasi sekarang memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan cita-cita para pendahulu dengan cara bekerja keras, berinovasi, dan membangun kolaborasi yang solid di tengah tantangan zaman.

“Kewajiban kita adalah mengisi kemerdekaan dengan kerja keras, inovasi, serta kolaborasi yang kuat, khususnya dalam memperkokoh pondasi ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai lembaga keuangan yang berfokus pada inklusi finansial, BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pembangunan desa agar dapat menjadi penggerak kemandirian ekonomi masyarakat.

Sejak awal Agustus, suasana merah putih menghiasi seluruh kantor cabang BPRS. Dekorasi itu bukan sekadar ornamen perayaan, melainkan simbol persatuan dan dorongan moral bagi karyawan serta masyarakat untuk ikut serta dalam pembangunan daerah.

Baca Juga :  Dua Mobil Milik Mantan Kades di Sampang Dilalap Si Jago Merah

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada euforia simbolis kemerdekaan. Lebih dari itu, semangat membangun daerah harus menjadi tekad bersama. Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, kita bisa mewujudkan Sumenep yang lebih mandiri dan sejahtera,” jelas Fajar.

Dengan mengusung tema nasional “Indonesia Maju, Rakyat Sejahtera”, ia berharap peringatan HUT RI ke-80 dapat memacu lahirnya energi kolektif untuk memperkuat persatuan bangsa sekaligus mempercepat pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemasaran BPRS Bhakti Sumekar, Ahmad Zaini, mengungkapkan bahwa pihaknya juga menyiapkan sejumlah program khusus sepanjang bulan Agustus sebagai wujud nyata partisipasi dalam perayaan kemerdekaan.

Baca Juga :  STKIP PGRI Sumenep Siap Evaluasi dan Tindaklanjuti Tuntutan Mahasiswa Kepulauan

“Kami melaksanakan pelatihan kewirausahaan, memberikan akses kredit mikro dengan bunga rendah, serta menggelar kampanye literasi keuangan yang menyasar UMKM dan masyarakat desa. Harapannya, program ini mampu memperkuat daya saing ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman mereka dalam mengelola keuangan,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada aspek ekonomi, BPRS Bhakti Sumekar juga menggelar kegiatan sosial. Mulai dari donor darah, santunan anak yatim, hingga bazar UMKM lokal, serta agenda jalan-jalan santai bersama Bupati Sumenep.

Serangkaian acara itu diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan sekaligus menggeliatkan perekonomian masyarakat.

“Momentum kemerdekaan harus kita jadikan titik awal untuk bangkit bersama, memperkokoh solidaritas, serta menatap masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang,” pungkas Zaini.***