Scroll untuk melanjutkan membaca
Headline

Bocah 8 Tahun di Sumenep Diperkosa Ayah Tiri, Pelaku Kabur Hingga Korban Trauma Berat

Avatar
×

Bocah 8 Tahun di Sumenep Diperkosa Ayah Tiri, Pelaku Kabur Hingga Korban Trauma Berat

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI. Potret dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean Sumenep. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak berusia 8 tahun di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, baru-baru ini viral. Jumat, 10 November 2023.

Pasalnya, kasus dugaan pelecehan seksual anak di bawah umur ini belum mendapatkan penanganan khusus dari pemerintah setempat.

advertisement
Scroll untuk melanjutkan membaca

Sementara pelaku dugaan pelecehan seksual tersebut diduga kuat adalah ayah tirinya sendiri.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun media ini, korban sebut saja Bunga (nama samaran), sewaktu insiden itu terjadi sempat mengalami pendarahan di bagian alat vitalnya.

Hal itu disampaikan oleh petugas kesehatan di wilayah setempat, seperti dikutip dari Radar Madura pada Minggu (29/10/2023) kemarin.

Polsek Kangean juga mengaku tengah mendalami kasus tersebut hingga menyelidiki pelaku yang diduga adalah ayah tirinya sendiri.

Baca Juga :  Covid 19 Bikin Panik, Dinkes Sumenep Tangkal Dengan Cara Ini

Informasi sementara, ayah tiri korban berinisial S. Di mana, korban dirujuk ke Puskemas oleh S saat itu.

Bahkan, S juga yang melaporkan insiden dugaan pelecehan seksual itu ke Polsek Kangean. Sayangnya, S saat ini dikabarkan telah kabur.

Di media sosial, foto S sempat viral atas dugaan pelecehan seksual kepada anak tirinya tersebut.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Kangean, Iptu Moh. Nurul Komar, tak banyak memberikan komentar saat dikonfirmasi sejumlah pewarta.

Dia berdalih sudah melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual itu ke Polres Sumenep.

Sementara Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengungkapkan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Tetapi secara detail identitas pelaku masih dirahasiakan.

Baca Juga :  Pamdas Rutin dan Eksis Gelar Kegiatan Sosial, Wabup Sumenep Beri Pengakuan Begini!

Pihaknya mengatakan, saat ini korban mengalami trauma berat. Dinsos P3A Sumenep, kata Widiarti, sudah turun tangan untuk melakukan perlindungan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinsos P3A Sumenep, Achmad Zulkarnaen mengaku, akan menurunkan tim untuk melindungi korban dugaan pelecehan seksual tersebut.

Pihaknya mengaku telah menyediakan berbagai fasilitas untuk korban dan keluarga.

Baik berupa pendampingan ke kepolisian, pengadilan, maupun pendampingan psikologi untuk pemulihan trauma.

Tak berhenti di situ saja, kasus ini juga dikawal oleh Sekcab KPI Sumenep, Nunung Fitriana.

Nunung meminta, pihak berwajib segera mengungkap pelaku dari kasus tersebut.

“Kami hanya ingin ditindak secara tegas pelakunya, meski saat ini masih belum diketahui secara pasti siapa yang melakukan perbuatan yang sangat bejat itu,” kata Nunung pada media, Jumat (10/11).

Baca Juga :  Sumenep Diserbu Virus Corona, Teranyar 20 Kasus Baru Total 49 Orang

Nunung mengatakan, saat ini korban sudah berada di wilayah daratan, Sumenep.

Di berjanji akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut, mulai dari mendampingi korban secara mental.

“Penanganannya tidak cukup sekadar satu dua hari saja. Termasuk konselor yang mendampingi, tidak cukup satu orang saja, minimal ada tiga orang,” jelas Nunung.

“Pokoknya dalam hal ini, penegak hukum harus benar-benar mencari pelaku dan hukum seberat-beratnya, sebab kasus pencabulan di Sumenep bukan kali pertama, biar ada efek jera,” kata dia lebih lanjut.***

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.