BNNK Sumenep Ungkap Kasus Peredaran Narkoba di Talango, Bandar Kabur ke Sampang

Avatar
KONFERENSI PERS. BNNK Sumenep saat menggelar ungkap kasus penangkapan peredaran narkoba di Kecamatan Talango. (M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Rabu (23/3/2022) kemarin sekitar pukul 20.00 WIB di rumah inisial M, warga Dusun Jubluk Barat, Desa Gapurana, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah terjadi peredaran narkoba secara gelap. Senin, 28 Maret 2022.

M ditangkap oleh anggota Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep. M adalah seorang laki-laki berumur 53 tahun.

Pria tak tamat Sekolah Dasar (SD) ini kepergok menyimpan 10 klip plastik kecil yang di dalamnya terdapat 42 narkoba dengan bertuliskan harga per-paketnya.

“Berdasarkan informasi masyarakat, bahwa di rumah M sering dijadikan transaksi narkoba jenis sabu-sabu,” kata Kepala BNNK Sumenep, Bambang S mengungkapkan dalam konferensi persnya di kantor BNNK setempat, Senin (28/3).

Dalam konferensi pers yang di gelar BNNK Sumenep, barang bukti (BB) yang diamankan bervariasi harga. Diantaranya, harga Rp 300 ribu berisi 3 plastik klip kecil meliputi 0.39 gram, 0.42 gram, 0.39 gram, total keseluruhan 1.2 gram.

BACA JUGA :  Kejari Sumenep Segera Panggil Penyidik Polres Jika Bertele-Tele Lengkapi Berkas Tipikor Gedung Dinkes

Lalu, harga Rp 300 ribu berisi 3 plastik klip kecil meliputi 0.39 gram dan 0.39 gram, total keseluruhan 0.78 gram. Kemudian harga Rp 300 ribu berisi 6 plastik klip kecil meliputi 0.38 gram, 0.39 gram, 0.38 gram, 0.28 gram, 0.39 gram, 0.38 gram, total keseluruhan 2.34 gram.

“Dari informasi yang kami dapat, sudah lima bulan M ini beroperasi. Dia bekerja sendiri,” terangnya.

Saat melakukan peredaran narkoba, pihaknya mengatakan M sering melewati jalur darat. Meski tidak menutup kemungkinan jalur laut juga dilaluinya.

“Bisa jadi mereka lewat jalur kepulauan. Tapi bisa saja lewat jalur darat,” jelasnya.

Diketahui, kemasan untuk Rp 200 ribu berisi 4 plastik klip kecil meliputi 0.34 gram, 0.34 gram, 0.36 gram, 0.36 gram, 0.35 gram, total keseluruhan 1.39 gram.

Kemasan untuk Rp 200 ribu berisi 3 plastik klip kecil meliputi 0.33 gram, 0.34 gram, 0.36 gram, total keseluruhan 1.03 gram.

BACA JUGA :  Diduga Gelapkan Gaji Perangkat, LSM L- KUHAP Sampang Laporkan Mantan Kades Desa Pandiyangan ke Polisi

Kemasan untuk Rp 200 ribu berisi 5 plastik klip kecil kecil meliputi 0,35 gram, 0,33 gram, 0,33 gram, 0,34 gram, 0,34 gram, total keseluruhan 1,69 gram.

Kemasan untuk Rp 150 ribu berisi 6 plastik klip kecil meliputi 0,33 gram, 0,34 gram, 0,34 gram, 0,32 gram, 0,36 gram, 0,35 gram, total keseluruhan 2.04 gram.

Kemasan untuk Rp 150 ribu berisi 2 klip plastik kecil meliputi 0.31 gram, dan 0.32 gram, total keseluruhan 0.63 gram. Kemasan untuk Rp 100 ribu berisi 3 klip plastik kecil meliputi 0.22 gram, 0.27 gram, total keseluruhan 0.78 gram.

Kemasan untuk Rp 100 ribu berisi 8 klip plastik kecil meliputi 0.31 gram, 0.23 gram, 0.25 gram, 0.31 gram, 0.31 gram, 0.23 gram, 0.31 gram, 0.22 gram, total keseluruhan 2.17 gram.

“Jumlah semuanya adalah 14.01 gram,” kata Bambang menegaskan.

Barang bukti (BB) lain berupa 3 lembar pecahan uang Rp 100 ribu, 9 lembar Rp 50 ribu, 5 lembar Rp 20 ribu, 8 lembar Rp 10 ribu, 8 lembar Rp 5 ribu, 8 lembar Rp 2 ribu, 4 lembar Rp 2 ribu dan 4 lembar Rp 1 ribu.

BACA JUGA :  Berkas Dinyatakan Lengkap, Sopir Vanessa Bakal Siap Disidang

“Lalu ada 1 sendok takaran yang terbuat dari sedotan warna hijau dan 1 handphone merek Nokia warna hitam,” ujar dia.

BNNK Sumenep menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap M, narkoba tersebut berasal dari salah satu bandar di Sumenep yang saat ini tengah berada di Kabupaten Sampang.

“Indentitasnya bandarnya memang orang Sumenep yang saat ini keberadaannya ada di Sampang. Kami tetap berkoordinasi dengan BNNP Jawa Timur untuk dikembangkan lagi, agar dapat bisa memutus jaringan tersebut,”

Atas perbuatannya, M dijerat Pasal 114 ayat 2, Pasal 112 ayat 2 Undang-undang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 7 tahun maksimal seumur hidup.

“Saat ini tersangka ada di Rutan Kelas II B Sumenep,” pungkasnya.