Scroll untuk baca artikel
DaerahKesehatanPemerintahan

Bangkalan: Stunting di Kota Lebih Besar Dibandingkan di Desa

47
×

Bangkalan: Stunting di Kota Lebih Besar Dibandingkan di Desa

Sebarkan artikel ini
Arumi Bachsin bersama Ny Zaenab Zuraidah Latif saat diwawancarai oleh awak media, di Pendopo Agung Bangkalan Madura
Arumi Bachsin bersama Ny Zaenab Zuraidah Latif saat diwawancarai oleh awak media, di Pendopo Agung Bangkalan Madura

 

BANGKALAN, MaduraPost – Dari 22 Puskesmas yang ada di Kabupaten Bangkalan, Angka penyumbang stunting lebih banyak ada di wilayah Kota Bangkalan.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Hal itu terbukti dari jumlah 2.718 orang dari 22 puskesmas di kabupaten Bangkalan, Bangkalan penyumbang terbesar dengan angka 419 jiwa pada tahun 2019, Selasa (21/01/2020).

Baca Juga :  Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Pemerasan Kanit Polsek Talango dalam Kasus Penganiayaan

Kendati demikian, ketika melihat dari tahun 2018, Bangkalan mengalami penyusutan dari 3153 menjadi 2718, berkurang 435 jiwa.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bangkalan Ny Zaenab Zuraidah Latif bahwa pada tahun ini angka Stunting di kabupaten Bangkalan masih terhitung tinggi, walaupun sudah ada penurunan jumlah.

“Semoga ini menjadi motivasi terhadap kabupaten Bangkalan, untuk berbenah lebih baik lagi kedepannya, serta dapat memberikan edukasi terhadap masyarakat betapa pentingnya Stunting ini,” papar istri Bupati Bangkalan itu saat memberikan sambutan di Pendopo Agung Bangkalan.

Baca Juga :  Alumni Akabri Angkatan 1995 Gelar Baksos dan Berikan Bantuan pada Lembaga Pendidikan di Sampang

Sementara itu, Ketua TP-PKK Jawa Timur (Jatim) Arumi Bachsin menjelaskan, bahwa penting bagi masyarakat untuk mengetahui Stunting ini, khususnya ibu-ibu tau bapak-bapak yang memiliki anak kecil.

“Penting kiranya mengetahui, kandungan gizi makanan yang akan kita berikan terhadap anak, serta kesehatan,” papar istri wakil gubernur Jawa timur itu.

Dirinya juga menambahkan, harus ada edukasi dari dini, untuk memperkenalkan betapa pentingnya Stunting untuk ibu-ibu yang sedang mengandung, serta terhadap masyarakat luas.

Baca Juga :  PDI Perjuangan Gayam Gerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Sapudi

“Setidaknya kita bisa mengetahui, perkembangan anak dari dini, yang memang rawan Stunting,” pungkasnya saat di wawancara oleh awak media. (mp/sur/rul)