Bangkalan: Stunting di Kota Lebih Besar Dibandingkan di Desa

  • Bagikan
Arumi Bachsin bersama Ny Zaenab Zuraidah Latif saat diwawancarai oleh awak media, di Pendopo Agung Bangkalan Madura
Arumi Bachsin bersama Ny Zaenab Zuraidah Latif saat diwawancarai oleh awak media, di Pendopo Agung Bangkalan Madura

 

BANGKALAN, MaduraPost – Dari 22 Puskesmas yang ada di Kabupaten Bangkalan, Angka penyumbang stunting lebih banyak ada di wilayah Kota Bangkalan.

Hal itu terbukti dari jumlah 2.718 orang dari 22 puskesmas di kabupaten Bangkalan, Bangkalan penyumbang terbesar dengan angka 419 jiwa pada tahun 2019, Selasa (21/01/2020).

BACA JUGA :  Rencana Bupati dan Wakil Bupati Sampang Pakai Mobil Dinas Alphard Menuai Protes

Kendati demikian, ketika melihat dari tahun 2018, Bangkalan mengalami penyusutan dari 3153 menjadi 2718, berkurang 435 jiwa.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bangkalan Ny Zaenab Zuraidah Latif bahwa pada tahun ini angka Stunting di kabupaten Bangkalan masih terhitung tinggi, walaupun sudah ada penurunan jumlah.

“Semoga ini menjadi motivasi terhadap kabupaten Bangkalan, untuk berbenah lebih baik lagi kedepannya, serta dapat memberikan edukasi terhadap masyarakat betapa pentingnya Stunting ini,” papar istri Bupati Bangkalan itu saat memberikan sambutan di Pendopo Agung Bangkalan.

BACA JUGA :  Pemkab Sumenep Menilai Uji Coba Pesawat Amfibi ke Pulau Giliyang Sudah Layak

Sementara itu, Ketua TP-PKK Jawa Timur (Jatim) Arumi Bachsin menjelaskan, bahwa penting bagi masyarakat untuk mengetahui Stunting ini, khususnya ibu-ibu tau bapak-bapak yang memiliki anak kecil.

“Penting kiranya mengetahui, kandungan gizi makanan yang akan kita berikan terhadap anak, serta kesehatan,” papar istri wakil gubernur Jawa timur itu.

Dirinya juga menambahkan, harus ada edukasi dari dini, untuk memperkenalkan betapa pentingnya Stunting untuk ibu-ibu yang sedang mengandung, serta terhadap masyarakat luas.

BACA JUGA :  Polres Bangkalan Menetapkan Hosen Tersangka Dugaan Fitnah di Facebook

“Setidaknya kita bisa mengetahui, perkembangan anak dari dini, yang memang rawan Stunting,” pungkasnya saat di wawancara oleh awak media. (mp/sur/rul)

  • Bagikan