Atman Dimanfaatkan Oknum, Begini Penjelasan Kemenag Sumenep Soal Viralnya Undangan Pemberangkatan Haji

Avatar
WAWANCARA. Kepala Kemenag Sumenep, Chaironi Hidayat, saat diwawancara MaduraPost di ruang kerjanya. (M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Mengetahui gagal berangkat menunaikan ibadah haji ke Mekah, Atman bin Pakirin (64), warga Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, malah menerima kabar hoaks (bohong) dari oknum tak bertanggungjawab. Sabtu, 18 Juni 2022.

Sebelumnya, dirinya dinyatakan gagal berangkat ke tanah suci karena faktor usia yang mendekati 65 tahun yang menyebabkan visa miliknya tidak dikeluarkan Kerajaan Arab Saudi.

Kini, Atman malah terkena tipu oleh pesan berantai yang menyatakan bahwa dirinya jadi berangkat haji, dengan sebuah foto undangan keberangkatan haji. Ternyata pesan tersebut dipastikan tidak benar alias hoaks.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Chaironi Hidayat, memastikan jika Atman memang tidak bisa berangkat haji karena Kerajaan Saudi Arabia tidak mengeluarkan visa bagi Calon Jamaah Haji (CJH) kelahiran 30 Juni 1957.

“Viralnya undangan Pak Atman masih bisa berangkat haji di media sosial itu adalah hoaks. Karena memang undangan dibuat sebelum ada pengumuman dari Saudi Arabia,” kata Chaironi, saat diwawancara MaduraPost di ruang kerjanya, Sabtu (18/6).

Pihaknya menjelaskan, ketika undangan pemberangkatan haji hendak diberikan kepada CJH, secara bersamaan turun aturan dari Arab Saudi bahwa Vi bagi CJH kelahiran 30 Juni 1957 belum dikeluarkan.

BACA JUGA :  Sosialisasi Tertib Lalu Lintas, Satlantas Polres Pamekasan Bagikan Helm Gratis

“Akhirnya CJH yang lain tetap diberikan undangan, kecuali undangan untuk Pak Atman kita amankan. Supaya tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan. Undangan itu ada di Seksi Haji Kemenag Sumenep,” ujarnya.

Menurutnya, dari sinilah permalasahan dimulai. Beberapa hari sebelumnya, kata dia menjelaskan, ada beberapa orang yang mengaku sebagai perwakilan keluarga Atman.

“Yang mengaku kelurga Pak Atman ini datang ke kami. Padahal sebelumnya, keluarga Pak Atman sudah selesai dengan kami dan mereka menerima. Nah, orang yang mengaku keluarga Pak Atman yang datang kedua kalinya ini meminta penjelasan, akhirnya kami jelaskan seperti apa yang kami terangkan kepada keluarga Pak Atman sebelumnya,” papar Chaironi.

Saat itu, kata Chironi, pihak yang mengaku keluarga Atman tersebut ingin memastikan, jika undangan pemberangkatan haji milik Atman tidak kemana-mana atau diberikan kepada orang lain.

“Sempat mereka ini menyebut, jangan sampai Kemenag Sumenep ini ada permainan. Ya saya bilang, oke silahkan ambil di Seksi Haji,” ucapnya.

Chaironi menduga, saat Seksi Haji Kemenag Sumenep menunjukkan undangan pemberangkatan haji milik Atman kepada salah satu oknum yang mengaku keluarganya, disitulah mulai banyak gambar foto menyebar di media sosial.

BACA JUGA :  Antisipasi Mark Up Siswa, Disdik Sumenep Akan Terapkan Ini

“Ya mungkin saat itu langsung di foto dan lalu viral, seolah-olah Pak Atman yang awalnya gagal jadi berangkat berdasarkan undangan itu bisa berangkat. Lah, ini padahal kan salah. Undangan itu adalah undangan pemberangkatan yang di Gor A. Yani Sumenep,” kata Chaironi menguraikan.

Chaironi mengungkapkan, data Atman memang belum masuk. Namun, Pemerintah Indonesia tengah melakukan lobi-lobi dengan Kerajaan Arab Saudi. Diharapkan, hasil lobi-lobi tersebut dapat menghasilkan aturan yang lunak.

“Saya tentu mengharapkan lobi-lobi yang dilakukan Pemerintah Indonesia dengan kerajaan Arab Saudi membuahkan hasil. Karena saya yakin, masih tetap ada harapan,” harapnya.

“Kalau kemarin untuk CJH kelahiran 30 Juni 1957 adalah maksimal untuk bisa berangkat haji. Namun saat ini malah sudah tidak dikeluarkan visanya. Untuk usia tetap 65 tahun maskimal terhitung dari 30 Juni itu,” kata Chaironi lebih lanjut.

Sementara pihak keluarga Atman, kata Chaironi lebih lanjut, tentu sangat kecewa dengan kabar yang mereka dengar.

“Ini manusiawi, karena sudah menunggu sekian tahun. Harusnya berangkat tahun 2020 namun tertunda 2 tahun karena pademi Covid-19. Nah, ini sudah ada kepastian berangkat, tahu-tahu ada informasi dari Arab Saudi bawah visanya tidak keluar. Ketika ada kekecewaan dari pihak keluarga, kami sangat memaklumi itu. Kami faham dan berempati, seandainya posisi itu ada di kami mungkin akan merasakan hal yang sama,” ucap Chaironi.

BACA JUGA :  LBH PB PMII Minta Polres Sumenep Jangan Main-Main Soal Laporan Marwah Organisasi

Tak lupa pihaknya mengimbau, kepada seluruh masyarakat yang ada kaitannya dengan Atman agar tidak berspekulasi sebelum ada penjelasan resmi dari Kemenag Sumenep.

Namun, pihaknya mengaku bahwa sudah menjelaskan kepada pihak keluarga Atman bagaimana yang sebenarnya terjadi.

“Jadi seperti kemarin itu, undangan di upload dan banyak yang berspekulasi bahwa Pak Atman yang awalnya tidak bisa berangkat akhirnya berangkat, sampai akhirnya Pak Atman sujud syukur, lalu di video untuk kepentingan konten akhirnya viral. Saya mohon tidak berspekulasi seperti itu, kasihan Pak Atman,” pintanya.

Disamping itu, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan jika keluarga Atman akan menarik dana pendaftaran haji yang sudah ia setorkan.

“Seandainya ada yang konsultasi, kami akan tetap jelaskan sesuai dengan regulasi. Boleh di cabut atau ditarik kembali dananya, atau boleh tetap dana itu di simpan di Bank. Tetapi, menurut kami pribadi dana tersebut tidak diapa-apakan. Karena tidak akan hilang, kami jamin aman,” pungkasnya.